Selama beberapa bulan terakhir, perusahaan itu menunggak pembayaran gaji karyawan.
Karena tidak ingin berhutang, mereka pun menggagas cara pembayaran unik: dengan keju.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka tidak mampu membayar gaji pegawai juga menunggak pembayaran pada peternakan sapi perah lokal, yang supplier susu bagi perusahaan.
Ashtarak Kat memang tidak punya uang, tapi gudang mereka penuh keju mahal. Oleh karena itu, mereka pun memutuskan membayar para karyawan dan peternak sapi perah dengan keju.
Setiap kilogram keju dihargai 2000 dram atau Rp55 ribu.
Ashtarak Kat sendiri punya lebih dari 60 ton keju Roquefort, yang jika diuangkan bernilai Rp3,3 miliar.
Sayangnya, tidak semua orang setuju dengan keputusan Ashtarak Kat.
Yuri Avalyan, Walikota Chambarak, kota di mana pabrik Ashtarak Kat berlokasi, mengatakan perusahaan bermaksud baik. “Tapi, membayar karyawan dan mitra perusahaan dengan keju, bukanlah jawaban,” ujar Avalyan, dilansir Oddity Central.
Dia menjelaskan, konsumsi keju biru di Armenia sangatlah rendah. Hal itu menyebabkan keju tersebut tidak bisa dijual kembali dengan mudah.
“Selain itu, tidak semua orang punya sarana penyimpanan yang memadai untuk keju tersebut. Bisa jadi, keju akan berjamur atau busuk sebelum sempat terjual,” papar Avalyan.
Namun, beberapa orang setuju dengan sistem pembayaran Ashtarak Kat. Hanya saja ada syaratnya, perusahaan itu harus menyimpankan keju tersebut hingga mereka mendapatkan pembeli.
Walikota Avalyan mengatakan saat ini pihaknya tengah berdiskusi dengan Rusia untuk menjual keju tersebut. Namun, dia juga terbuka jika ada pihak lain yang ingin membeli keju premium buatan Armenia itu.
(les)