Tiada Ruang bagi Perokok di Restoran di Ceko

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 13/12/2016 14:28 WIB
Tiada Ruang bagi Perokok di Restoran di Ceko Mulai Mei 2017 mendatang, para perokok tak lagi bisa leluasa mengepulkan asap di dalam restoran di Ceko. (morgueFile/DodgertonSkillhause)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mulai Mei 2017 mendatang, para perokok tak lagi bisa leluasa mengepulkan asap di dalam restoran di Ceko.

Larangan merokok dicetuskan oleh perwakilan Ceko, menyusul pemberlakuan larangan sejenis di sebagian besar negara di Eropa. Namun cetusan ini belum disetujui Presiden Milos Zeman.

“Kami harap, kami sejalan dengan negara-negara maju lain,” kata Perdana Menteri Ceko Bohuslav Sobotka menjelang pemungutan suara di Majelis Rendah, dilansir AFP.


Sebanyak 18 negara di Eropa lain telah memberlakukan peraturan sejenis, yang baru akan diterapkan Ceko di Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 2017 mendatang.

Namun peraturan tersebut membutuhkan persetujuan senat dan Presiden Milos, yang kebetulan perokok berat. Tahun lalu, ia sempat menyatakan tak akan menggunakan hak veto untuk peraturan ini.

Larangan merokok—tidak termasuk rokok elektrik—sudah diberlakukan di sebagian besar area publik di Ceko, sejak 2005. Tapi perokok masih bisa mengepulkan asap di selasar kafe dan restoran.

Sebanyak 78 persen penduduk Ceko mendukung rencana pemberlakuan larangan merokoktersebut, menurut jajak pendapat terbaru di negara berpenduduk 10,1 juta jiwa tersebut.

Uni Eropa tercatat memiliki 2,3 juta perokok aktif, termasuk 250 ribu perokok di bawah umur. Sebesar 18 ribu penduduk Ceko meninggal setiap tahun akibat penyakit yang terkait merokok.

Seluruh negara anggota Uni Eropa (UE) telah menerapkan peraturan melindungi penduduk dari paparan asap tembakau. Namun langkah dan kebijakan yang diambil tiap negara berbeda.

Larangan merokok telah diterapkan secara ketat di Irlandia, Inggris, Yunani, dan Spanyol. Sedangkan di Austria, larangan merokok telah sah secara hukum pada April 2015, dan akan diterapkan pada 2018.

Namun kamar dagang Austria mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah hukum terhadap larangan tersebut. Sebab negara beribu kota Wina ini memang terkenal dengan budaya ngafe dan tingkat merokok di atas rata-rata negara Eropa lain.

(vga/vga)