Ikan tuna berjenis bluefin seberat 212 kilogram itu, akan dijadikan menu istimewa di jaringan restoran Sushizanmai, yang memang terkenal karena selalu menyajikan hidangan sushi terbaik di Jepang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Memang mahal, tapi saya senang sekali bisa memenangkan lelang ini. Tuna yang saya beli benar-benar kualitas bagus,” kata Kimura, dikutip AFP.
Bagi Kimura, yang kini memiliki 51 waralaba Sushizanmai di seluruh Jepang, memenangkan lelang tahun baru Tsukiji adalah tradisi. Tahun ini merupakan keenam kalinya Kimura memenangkan lelang.
Namun, Kimura pernah mengeluarkan uang hingga US$1,8 juta atau Rp24 miliar dalam lelang Tsukiji, tepatnya pada tahun baru 2013 silam. Dia mengalahkan rival pembeli asal Hong Kong.
Sementara tahun lalu, Kimura sukses menang mudah. Dia hanya merogoh kocek sebesar US$117 ribu (Rp1,5 miliar) untuk tuna seberat 200 kilogram.
Tuna dengan harga fantastis itu akan diolah menjadi hidangan sushi istimewa di jaringan restoran Sushizanmai milik Kimura. (Foto:Thinkstock/y-studio) |
Adapun, AFP melaporkan, lelang tuna Tsukiji tahun ini bisa jadi merupakan yang terakhir. Pasalnya, pasar ikan terbesar di Jepang itu akan direlokasi dalam waktu dekat.
November lalu, Gubernur Tokyo Yuriko Koike menyebut bahwa kepindahan Tsukiji kemungkinan besar tertunda, berkenaan dengan lokasi baru yang terkontaminasi. “Tsukiji akan kita pindahkan segera, namun menunggu keamanan dan uji lingkungan di lokasi baru,” sebutnya.
(les)
Tuna dengan harga fantastis itu akan diolah menjadi hidangan sushi istimewa di jaringan restoran Sushizanmai milik Kimura. (Foto:Thinkstock/y-studio)