Namun, dalam penerbangan maskapai Garuda Indonesia GA 821 dari Kuala Lumpur ke Jakarta, pada Sabtu (7/1) siang, dua orang pramugari yang kerap tampil cantik dan menarik, rela menggendong seorang nenek turun dari pesawat karena sulitnya kursi roda masuk ke lorong kabin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar tersebut juga sampai ke telinga Menteri Perhubungan Budi Karya, yang akhirnya memberikan penghargaan atas inisiatif yang dilakukan petugas layanan publik kepada penumpangnya.
Vera, Ninik, beserta Direktur pelayanan Garuda Indonesia Nicodemus P. Lampe, diundang dalam acara makan siang di Kantor Kemenhub, Jakarta, pada Senin (9/1).
Menhub Budi mengatakan kalau penghargaan itu diberikan sebagai pemacu agar petugas layanan publik lainnya, terutama transportasi, dapat melakukan hal yang terbaik bagi penumpangnya.
"Spontanitas untuk membantu penumpang yang membutuhkan pertolongan itu sangatlah perlu bagi pelayanan di industri jasa transportasi. Spirit melayani dengan tulus telah memberi warna tersendiri. Biarlah dedikasi ini memberi inspirasi bagi yang lainnya dan teruslah melayani dengan tulus," kata Menhub Budi, seperti yang dikutip dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (9/1).
Tentu saja Vera dan Ninik merasa bangga dengan penghargaan yang diterimanya, meski menurut mereka tindakan yang dilakukan merupakan hal biasa yang memang seharusnya dilakukan petugas layanan publik.
"Saya spontan saja menawarkan diri untuk membantu dan menggendongnya karena saya pikir ini sudah menjadi bagian dari pelayanan kami selaku pramugari Garuda," kata Vera.
(ard)