Melansir AFP, tujuh rumah sakit tersebut menuliskan protes mereka dalam surat terbuka di New England Journal of Medicine, dan diwakilkan oleh dokter kepala Massachusetts General Hospital (MGH), Katrina Armstrong.
"Kebijakan imigrasi yang menghalangi orang terbaik untuk datang melatih dan bekerja di Amerika Serikat serta melarang pelatih kami dan pendidik bepergian dengan aman adalah sebuah kemunduran," tulis Armstrong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat terbuka tersebut ditandatangani oleh dokter di Johns Hopkins University Hospital, University of Michigan Health System, Brigham and Women's Hospital, University of Pennsylvania Perelman School of Medicine, University of California, San Francisco and Beth Israel Deaconess Medical Center.
"Selama 50 tahun terakhir, penelitian biomedis AS telah banyak diuntungkan dari ide, kreativitas, kepandaian, dan arahan lulusan kedokteran internasional serta keterlibatan non warga AS dalam penelitian biomedis," ujar Armstrong.
Perintah eksekutif Trump tersebut diketahui langsung berdampak pada lebih dari 100 tenaga medis di Partners HealthCare di Boston. Tenaga tersebut juga menyebar di MGH dan Brigham and Women's Hospital.
Menurut data yang disampaikan para dokter tersebut, sebanyak 24 persen dokter yang melakukan praktik di Amerika Serikat adalah berasal dari luar negeri atau merupakan lulusan internasional. (end/rah)