Berdasarkan survei jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters/Ipsos pada 14 hingga 25 Januari lalu menunjukkan penurunan tren makan di luar rumah selama tiga bulan terakhir.
Data temuan tersebut juga menggambarkan restoran atau bisnis kuliner di Amerika Serikat menghadapi tantangan baru untuk kembali menghidupkan minat pasar untuk makan di luar rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jajak pendapat tersebut diikuti oleh 4.200 orang dewasa Amerika Serikat dan mengatakan mereka mengatakan mulai jarang makan di luar rumah bila dibanding tiga bulan lalu.
Menurut analisis lembaga tersebut, ada kesenjangan antara harga bahan pangan di pasar dengan restoran. Dan perbedaan harga tersebut disebut tertinggi sepanjang sejarah.
Harga makanan di luar rumah atau di restoran naik 2,4 persen pada akhir Januari, dibandingkan dengan harga makanan saat dimasak sendiri yang justru turun 1,9 persen.
Namun ternyata dugaan tantangan tersebut bukan hanya milik pengusaha restoran. Bob Goldin dari firma industri pangan Pentallect Inc mengatakan bahwa pengusaha grosir juga tidak melaporkan angka kenaikan.
"Ada lebih banyak yang mengalami kemandekan," kata Goldin seperti dilansir Reuters. (sys)