Melansir AFP, dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, Korea Selatan bukan hanya negara yang mampu melewati usia sembilan dekade, namun juga negara dengan lompatan umur panjang tertinggi.
Negara-negara maju lainnya berada tidak jauh di belakang Korsel. Para wanita di Perancis dan Jepang cenderung untuk memiliki panjang harapan hidup hingga 88 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 35 negara yang dievaluasi, para peneliti menemukan harapan hidup diperkirakan meningkat di banyak negara hingga 15 tahun kemudian.
Bersamaan dengan capaian tersebut, populasi yang menua juga menimbulkan masalah terkait sistem kesehatan dan pelayanan sosial.
Lihat juga:Ayah Juga Dapat Kena Depresi Usai Melahirkan |
"Penting adanya kebijakan yang mendukung pertumbuhan populasi lansia di suatu tempat," kata Ezzati. "Implikasi sosial dari perubahan ini cenderung juga mengubah usia pensiun,"
Studi menyebutkan, capaian Korea Selatan ini tidak lepas dari perbaikan status ekonomi seiring dengan membaiknya kondisi gizi anak-anak serta akses luas ke fasilitas dan teknologi kesehatan.
Negara Asia Timur berpopulasi 50 juta itu juga sukses menurunkan angka obesitas dan merokok di kalangan perempuan.
Berkebalikan dengan Korea Selatan, Amerika Serikat mencatat harapan hidup bayi baru lahir menurun di bawah negara berpenghasilan tinggi lainnya. Kondisi ini diperkirakan dapat semakin memburuk.
Dalam temuan tersebut, AS memiliki angka kematian anak dan ibu tertinggi, rasio bunuh diri, dan indeks massa tubuh tinggi sebagai tanda obesitas.
Penelitian tersebut mencatat dari 2010 hingga 2030, wanita Korsel diperkirakan bertambah rata-rata 6,6 tahun. Sebelumnya, pada 2015, Korsel mencatat harapan hidup di kisaran 85 tahun.
Lihat juga:Enam Jenis Kanker yang Menghantui Anak-anak |
Selain Korsel, negara yang mengalami pertambahan rata-rata usia hidup wanita adalah Slovenia sebesar 4,7 tahun dan Portugal sebesar 4,4 tahun. (sys)