Pemerintah Angkat Potensi Wisata di Jalan Trans Papua

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Minggu, 05/03/2017 20:22 WIB
Pemerintah Angkat Potensi Wisata di Jalan Trans Papua Jalur Trans Papua. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah mengebut pembangunan jalur penghubung antarwilayah yang menyambungkan Papua dan Papua Barat, atau biasa disebut Jalan Trans Papua.

Selain menunjang sarana infrastruktur, keberadaan Jalur Trans Papua itu juga dinilai berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Bumi Cenderawasih.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, jalur sepanjang 284,30 kilometer yang menghubungkan Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu itu menawarkan panorama menakjubkan sepanjang jalan. Pemandangan itu dia sebut menyuguhkan kesan orang sedang berada di Swiss dan diklaim bakal memikat siapapun yang melintas di jalur tersebut.


"Seperti di Swiss, ini di Wamena-Habema-Kenyam-Mamugu dengan melihat pemandangan di sisi jalur ini," ujarnya saat acara diskusi yang diadakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi di Jakarta Selatan, Minggu (5/3).
Basuki berniat menggandeng Kementerian Pariwisata guna mendongkrak potensi wisata di Jalur Trans Papua. Dia meyakini jalur panjang lintas provinsi itu bakal mejadi destinasi wisata baru bagi turis domestik maupun luar negeri.

Megaproyek Jalan Trans Papua merupakan bagian dari agenda pemerataan pembangunan di Papua sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden RI Nomor 2 Tahun 2015 terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Sosial.

Kementerian PUPR punya kewajiban membangun Jalur Trans Papua sebagai Jalan Lintas Perbatasan dan menuju Lintas Batas, sebagaimana diatur dalam Perpres No.3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Basuki mengatakan, kendala yang dihadapi di Papua saat ini adalah terjadinya kesenjangan antarwilayah dan kesenjangan antarpendapatan. Jalur penghubung disebut dapat mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Dia mencontohkan, daerah Jayapura lebih maju daripada Kenyam. Untuk dapat menghubungkan kedua wilayah itu dibutuhkan jalur penghubung sebagai upaya untuk mengurangi kesenjangan dan mendapatkan kebutuhan masyarakat dalam harga murah.

"Kami akan dekati dengan menghubungkan antar wilayah, misalnya Wamena akan didekati ke Mamugu. Sudah terhubung tingga jembatan yang dibangun saat ini," ujarnya.

Basuki juga menyebut Jalan Trans Papua bakal meminimalisasi penggunaan angkutan udara yang membutuhkan biaya mahal.

Selain jalur tersebut, terdapat sembilan jalan Trans Papua yang sedang dalam masa pembangunan baik di Papua maupun Papua Barat. Jalur pertama, Kwatisore (batas provinsi Papua)-Nabire (batas kota) yang berjarak 203,32 km. Jalur kedua berada di Nabire-Wagete-Enarotali yang berjarak 275,50 km.

Jalur ketiga terhubung antara Enarotahlaga-mulia-wamena yang berjarak 513,40 km. Jalur berikutnya, Wamena-Elelim-Jayapura yang berjarak 585 km. Kemudian ada pula jalur untuk Kenyam-Dekai sekitar 275,83 km dengan Dekai-Oksibil 231,60 km.

Selanjutnya, jalur Oksibil-Waropko berjaraj 135,01 km, jalur Waropko-Tanah Merah-Merauke berjarak 533,06 km dan jalur Wagete-Timika berjarak 222,43 km. (gil)


ARTIKEL TERKAIT