Museum yang terbesar akan dibangun di Marrakesh, salah satu kota wisata di Maroko, di mana desainer itu kerap menghabiskan waktunya bersama pasangan hidupnya Pierre Berge. Pembangunan museum itu diharapkan dapat menarik wisatawan sebanyak 700.000 setahun.
"Kedua museum ditujukan untuk publik termasuk para penggemar rancangannya. Yves Saint Laurent merupakan salah satu seniman besar abad 20," ungkap perwakilan resmi yayasan dalam pernyataan resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Berge membuka museum pertama terkait seni Berber Maroko pada 2011, tiga tahun setelah kematian pasangannya, di tempat mereka dulu tinggal bersama.
Museum Yves Saint Laurent di Marrakesh dikabarkan akan dibangun tak jauh dari kediaman mereka tersebut. Sementara museum di Paris akan dibangun di dalam kantor pusat Yayasan Yves Saint Laurent.
Baik museum di Marrakesh dan Paris dijadwalkan buka pada Oktober mendatang.
Selain koleksi busana dan aksesoris, di dalamnya juga terdapat sejumlah sketsa, gambar, dan video. Untuk penataan ruang dan pameran, desainer Nathalie Criniere dan dekorator Jackques Grange akan berkolaborasi bersama.
Dari situs resmi yayasan diketahui Museum Yves Saint Laurent di Paris dijadwalkan dibuka lebih dulu menyusul kemudian yang ada di Marrakesh. (rah)