Prioritaskan Keluarga, Wanita Indonesia Tak Peduli Kesehatan

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 09/03/2017 06:38 WIB
Prioritaskan Keluarga, Wanita Indonesia Tak Peduli Kesehatan 58 persen wanita mengalami sakit punggung dan otot (Thinkstock/CentralITAlliance)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wanita selama ini jadi garda depan dalam urusan domestik atau rumah, terlebih ketika ia sudah berkeluarga. Aktivitas padat mulai dari pagi hari rupanya membuat mereka kurang memperhatikan diri sendiri. Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) melakukan Survei Kesehatan Wanita Indonesia 2017.

Survei dilakukan terhadap 500 wanita Indonesia di lima wilayah yakni Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Medan dan Makassar. Wanita yang berpartisipasi dalam survei 50 persen di antaranya berusia 35-45 tahun dan 50 persen lainnya berusia 46-55 tahun.

Senior Brand Manager Anlene, Bernadeth Virna Widiastuti mengatakan wanita punya banyak tuntutan antara lain tuntutan sebagai istri, orang tua, anak dan juga bagian dari anggota masyarakat. Hal ini, menurut Virna, membuat wanita tidak memiliki kesempatan untuk memikirkan diri sendiri. Dalam survei menunjukkan, 66 persen wanita mengerjakan paling sedikit 9 pekerjaan per hari seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah dan mengantar anak ke sekolah. Selain itu, 1 dari 3 wanita mengaku tidak memiliki waktu untuk diri sendiri.

"Mayoritas wanita Indonesia kegiatannya sangat banyak, paling tidak ada 9 kegiatan, dan ini padat di pagi hari," ujar Virna saat konferensi pers di Jakarta pada Rabu (8/3).


Selain itu, 90 persen para wanita ini menyadari pentingnya gaya hidup sehat dan aktif bermanfaat untuk mengurus keluarga dan beraktivitas di tengah masyarakat. Tapi kesehatan fisik rupanya hanya menjadi prioritas kedua terendah dari lima prioritas hidup. Prioritas pertama mereka adalah keluarga.

Temuan lainnya, 9 dari 10 wanita ditemukan tidak mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, sementara 8 dari 10 wanita tidak berolah raga secara rutin. Akibat kekurangan nutrisi dan olah raga, 58 persen wanita mengalami sakit punggung dan otot, dan 67 persen wanita tidak melakukan apa-apa untuk mengatasi hal tersebut.

Hal ini menunjukkan kesadaran akan penyakit tulang, sendi dan otot masih rendah. Mereka lebih khawatir terhadap lima masalah kesehatan yakni diabetes, kolesterol, jantung, kanker dan tekanan darah tinggi. Padahal 2 dari 3 wanita mengaku takut tidak bisa mengurus keluarga karena masalah tulang, sendi dan otot.

"Studi ini harus menjadi peringatan untuk seluruh wanita Indonesia bahwa mereka harus mulai memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan mereka sendiri. Kabar baiknya adalah kesehatan tulang, sendi dan otot dapat diperoleh dengan cara mengubah pola makan dan olah raga," kata Sekretaris Jenderal Perosi, dr. Andi Kurniawan.

Walau 76 persen wanita mengaku diri mereka aktif, Andi menggarisbawahi aktif yang diharapkan di sini adalah melakukan olah raga atau aktivitas fisik, khususnya aktivitas fisik yang melibatkan kontraksi otot. Untuk menunjang kesehatan tulang, sendi dan otot bisa dilakukan dengan latihan beban. Latiah tidak harus dilakukan di gym, tapi bisa memakai beban yang bisa ditemukan di sekitar rumah.

"Kuncinya angka 30. Latihan setidaknya 30 menit per hari, 5 kali seminggu," kata Andi. (SYS)


ARTIKEL TERKAIT