Walau tak menimbulkan tsunami, namun gempa itu sempat membuat wisatawan yang sedang berada di Pulau Dewata merasa panik dan langsung berhamburan ke jalan.
Salah satunya ialah Matthew, wisatawan asal Kanada yang sedang berada di kawasan Canggu. Sebelum gempa, ia sedang berada di Pantai Batu Bolong untuk bersiap melakukan kegiatan surfing bersama beberapa kawannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saat ini, semua aktivitas sudah berlangsung normal kembali, meski kami tetap bersiap jika terjadi gempa susulan,” lanjutnya.
Humas Hotel Fourpoints by Sheraton Kuta di kawasan Kuta, Fenny, juga membenarkan soal kepanikan tamunya. Hotel lima lantai itu sedang bersiap menggelar sesi sarapan ketika gempa terjadi.
“Semua tamu merasakan hebatnya guncangan gempa itu, terutama yang masih berada di dalam kamar. Kami meminta mereka tidak panik dan menunggu di luar ruangan sampai guncangan reda,” ujar Fenny, yang juga mengatakan kalau tidak terjadi kerusakan akibat gempa tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Gede Yuniarta, mengatakan kalau saat ini kondisi wisata Bali sudah kembali kondusif.
Ia juga mengaku belum mendapat laporan mengenai kerusakan objek wisata akibat guncangan gempa.
“Saya sedang berada di jalan ketika gempa terjadi. Saya melihat seluruh orang berhamburan ke jalan dan panik. Setelah merasa kalau tidak akan ada gempa susulan atau tsunami, semuanya kembali ke tempatnya masing-masing,” kata Yuniarta.
“Semoga tidak terjadi kerusakan atau korban jiwa atas peristiwa ini. Saya masih terus menunggu laporannya,” lanjutnya.
Baca juga:Gempa 6,4 SR di Bali, Satu Pura Rusak |
Yuniarta menyarankan agar pemilik usaha wisata di Bali dapat membantu menenangkan dan menyelamatkan wisatawan saat bencana alam seperti gempa terjadi.
“Meski harus waspada dengan kondisi alam yang terus berubah, tapi jangan sampai timbul kepanikan di antara mereka,” pungkas Yuniarta.
(ard)