Mengintip Jakarta Creative Hub

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 23/03/2017 06:43 WIB
Mengintip Jakarta Creative Hub Jakarta Creative Hub dihadirkan sebagai wadah bagi warga Jakarta dengan ide atau usaha di bidang industri kreatif berupa banyak fasilitas kemudahan. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Awal bulan lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meresmikan Jakarta Creative Hub (JCH). Seketika, ruangan yang terletak di Graha Niaga Thamrin, Tanah Abang, Jakarta Pusat ini ramai dikunjungi orang dari berbagai kalangan. Bagian Administrasi Workshop, Paquita Sitompul mengatakan, animo masyarakat luar biasa. Apalagi JCH mengadakan open house hingga akhir Maret ini.

"Dalam sehari bisa ada 100-150 pengunjung. Mereka ingin tahu apa itu JCH," kata Paquita saat ditemui di sela workshop pada Rabu (22/3).

Pengunjung yang datang akan diajak berkeliling ruangan JCH. JCH punya fasilitas 3 ruang kelas atau classroom A, B, dan C, makerspace yakni ruangan berisi mesin-mesin produksi, co-office atau kantor bersama sebanyak 12 unit masing-masing berukuran 12 meter persegi, perpustakaan, ruang meeting serta sebuah kafe.


Fasilitas JCH, kata Paquita, hingga kini mendukung lima bidang usaha yakni kriya, fesyen, desain komunikasi visual (DKV), arsitektur dan desain produk. Di makerspace sendiri terdapat mesin-mesin seperti 3D printing, laser cutting, woodworking atau ruangan berisi mesin-mesin pengolah produk berbahan kayu, mesin jahit, mesin obras, vacuum forming.

Koordinator makerspace, Eka Prawira mengatakan, mesin-mesin ini tidak digunakan untuk produksi massal. Pengguna alat pun haruslah anggota JCH dan sudah mengikuti workshop sebelumnya.

"Tempat ini kurang lebih sebagai tempat research and development, tempat untuk belajar. Orang akan membuat prototipe atau contoh produk saja. Untuk produksi massal dan dijual, tidak dilakukan di sini. Tujuannya agar tidak dimonopoli satu pihak saja," jelas Eka.

Paquita berkata JCH bisa dibilang tempat les, bengkel kursus, tempat belajar dan kantor bersama dengan biaya bersubsidi.

Wadah bagi Komunitas yang Produktif

JCH merupakan wadah, sehingga aktivitas atau kegiatan datang dari masyarakat khususnya komunitas. Konsultan JCH, Leonard Theosabrata mengatakan bagi komunitas atau perorangan yang ingin beraktivitas di JCH harus menjadi rekan kerja terlebih dahulu. Rekan kerja ini bisa dua macam, rekan kerja institusi (RKI) dan rekan kerja perorangan (RKP).

"Komunitas bukan komunitas abal-abal, tapi komunitas yang sudah beraktivitas paling tidak satu tahun, punya rekam jejak bagus, dan penanggungjawabnya ber-KTP DKI Jakarta," jelas pria yang akrab disapa Leo ini.

Rekan kerja ini tidak hanya tertutup bagi mereka yang punya usaha di bidang ekonomi kreatif. Komunitas yang bergerak di bidang lain dapat turut menjadi rekan kerja asal komunitas itu produktif dan bisa turut memberdayakan masyarakat.

Leo mengatakan hingga kini ada banyak proposal dari komunitas-komunitas yang masuk. Proposal ini akan melalui proses seleksi ketat termasuk soal program mereka setahun ke depan. Komunitas yang sudah menjadi rekan kerja hanya punya waktu selama satu tahun.

"Bulan ini kami sedang menampung mereka yang mau jadi rekan. Rekan tidak selamanya, satu tahun saja," kata Leo.

Komunitas yang beraktifitas di sini nantinya akan berkontribusi baik untuk JCH maupun Pemda DKI Jakarta. Hal ini juga berlaku bagi mereka yang menggunakan co-office JCH. Mereka yang menikmati fasilitas kantor dengan biaya sewa bersubsidi juga wajib punya kontribusi.

"Misal ada seorang grafis desainer berkantor di sini, ia berkontribusi dengan mengadakan pelatihan di JCH. Jadi dia sudah dapat subsidi dan timbal baliknya dengan dia mengajar di JCH," tutur Leo.

Bagi mereka yang ingin menyewa co-office pun juga melalui persyaratan di antaranya, usaha berjalan maksimal tiga tahun, bukan perusahaan cabang dan bergerak di bidang industri kreatif. Maksimal sewa pun hanya satu tahun. Diharapkan selama satu tahun, pengusaha sudah mempu membangun jaringan dan pasar.

Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan dan Fasilitasi UKM, Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta Adhitya Pratama mengatakan JCH akan memberikan fasilitas bagi pelaku ekonomi kreatif demi membangun ekonomi kemasyarakatan. Dari pihak pemerintah siap mendukung lewat bantuan akses permodalan juga pemasaran produk.

Ia menambahkan, kontribusi rekan kerja tidak hanya dilakukan di JCH saja, tapi juga bisa di tempat lain. Rekan kerja juga bisa membantu Pemda untuk mengadakan pelatihan di rusun, RPTRA maupun tempat lain.

"Harapannya dengan kontribusi rekan kerja, peningkatan ekonomi tidak hanya terjadi di sini, tapi bisa di tempat lain ketika rekan kerja mengadakan pelatihan di rusun atau RPTRA," kata Adhitya.

Ia berkata pada April nanti JCH sudah aktif beroperasi. Saat ini masih dilakukan tahap seleksi rekan kerja, penyusunan SOP, dan rekruitmen tenaga kerja. Apabila rekan kerja sudah terpilih, maka akan ada penjadwalan penggunaan fasilitas di JCH.

"Dari pemprov ke depannya akan ada di tiap kecamatan, tapi lebih kecil namanya Tempat Kumpul Kreatif," pungkasnya.


ARTIKEL TERKAIT