Dampak Sabu, Dari Penenang Hingga Kematian

gst , CNN Indonesia | Minggu, 26/03/2017 11:38 WIB
Dampak Sabu, Dari Penenang Hingga Kematian Sabu sebagai bagian dari Narkoba bisa membahayakan jiwa jika dikonsumsi berulangkali. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Narkoba disebut dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan penggunanya. Salah satu jenis narkoba yang saat ini sedang marak dibicarakan adalah sabu pasca tertangkapnya penyanyi dangdut Ridho Roma.

Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional Ajun Komisaris Besar Sulistiyandriatmoko menilai, mayoritas pengguna sabu dilatarbelakangi oleh rasa stres dan tekanan. Efek yang ditimbulkan oleh narkoba tersebut adalah sebagai penenang dan pemberi rasa nyaman.

"Sifat dari sabu itu memang dalam dosis tertentu menimbulkan penenang, rasa nyaman. Orang-orang yang mencari rasa tenang dan nyaman itu biasanya yang beban pikirannya banyak sehingga dia mencari jalan dengan cara mengkonsumsi sabu," ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Minggu (26/3).

Setelah sensasi dari sabu itu didapatkan, penggunanya akan mengulangi lagi saat tertekan.

Sulis mengatakan, sensasi tersebut ada karena sifatnya yang masuk dalam golongan halusinogen sehingga memberikan ketenangan. Meski demikian, mengkonsumsi sabu tidak dibenarkan di Indonesia.

Seseorang yang sudah menjadi candu dengan sabu akan masuk dalam lingkar setan yang membuatnya terus mengulangi untuk mengkonsumsinya hingga berujung pada kematian.

"Yang jadi masalah itu kan sabu sifatnya adiktif, jadi ketika dia sudah merasakan sensasinya, dia cenderung akan mengulangi lagi untuk mendapatkan sensasi itu. Akhirnya, tidak tertekan pun dia ingin menikmati sensasi barang itu, ini namanya sudah kecanduan," tuturnya.

Dampak sabu untuk kesehatan, Sulis mengatakan, dapat merusak fungsi dari organ tubuh, kerusakan otak permanen yang tidak dapat dipulihkan dan mempercepat kematian. Hal tersebut karena toleransi tubuh terhadap zat dalam kandungan sabu sudah terlalu tinggi.

Kesadaran otak pun dinilai akan sangat rendah sehingga tidak mengetahui dosis yang masih dalam tahap bisa ditoleransi. Karena tidak terkontrol maka seseorang dapat mengalami overdosis.

Rehabilitasi

Pengobatan bagi pengguna sabu adalah dengan rehabilitasi. Sulis mengatakan, seorang pengguna hingga pecandu akan sembuh jika menjalani masa rehabilitasi dengan benar.

Proses seseorang menjalani rehabilitasi memakan waktu yang cukup panjang. Sulis menyebut, pecandu dapat sembuh dalam waktu rata-rata dua tahun menjalani masa rehabilitasi.

"Kalau rehabilitasi dijalankan dengan benar sudah komplit sekali. Rehabilitasi dimulai dari tingkat assesment, kemudian pre rehabilitasi lalu menjalani rehabilitasi, setelahnya pasca rehabilitasi dan rawat lanjut setelah rehabilitasi," ucapnya.

Rehabilitasi akan lebih lama ketika seseorang sudah terkena dampak kerusakan pada ginjal, kerusakan organ tubuh hingga komplikasi.