Lancong Semalam

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di Manila

Bintoro Agung Sugiharto, CNN Indonesia | Minggu, 14/05/2017 10:37 WIB
Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di Manila Angkutan khas Manila, Jeepney. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berkunjung ke Kota Manila berarti mengalami pertemuan budaya Barat dan Timur yang sesungguhnya. Penjajahan Spanyol dan Amerika Serikat yang berlangsung selama tiga abad menjadikan ibu kota Filipina ini penuh warna.

Manila terletak di Pulau Luzon, pulau terbesar dari 7.000 pulau yang ada di Filipina. Dari Jakarta, Manila dapat ditempuh dengan pesawat selama lima jam, sudah termasuk transit selama satu jam di Singapura.

Manila berdiri sejak 24 Juni 1571, ditandai oleh kedatangan penakluk dari Spanyol bernama Miguel Lopez de Legazpi.


Di masa itu, Manila menjadi pusat percampuran budaya Barat dengan Asia. Saking populernya, Manila mendapat julukan ‘Mutiara dari Timur’.

Spanyol jelas menjadi negara yang paling dominan mewarnai sejarah Manila dengan unsur peradaban Barat. Hal ini tercermin dari arsitektur bangunan di kotanya.

Selain bangunan, pengaruh kuat itu juga terlihat dari ajaran Katolik yang menjadi agama mayoritas rakyat kota tersebut.

Namun, bagi yang lama hidup di Jakarta, Manila terasa tak ubahnya kampung halaman. Kesan tersebut terasa saat melalui jalanannya yang selalu ramai dan padat.

Kota dengan populasi sekitar 7,8 juta jiwa itu punya hasrat besar membangun pusat perbelanjaan raksasa. Bahkan Manila disebut sebagai kota dengan jumlah mall terbanyak per kapita. Selain banyak, mal di Manila jauh lebih luas ketimbang di sini.

Untuk berkeliling kota, wisatawan bisa menumpang bus, kereta, taksi atau jeepney, semacam mobil angkutan kota.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaLight Rail Transit (LRT) di Manila. (Dok. Wikipedia)

Musim panas di Manila terjadi selama Desember sampai Mei. Selebihnya, hujan selalu mengguyur. Jadi, bagi yang berkunjung di bulan-bulan tersebut jangan lupa untuk membawa persiapan.

Berikut ini ialah pengalaman CNNIndonesia.com saat melancong selama semalam di Manila pada akhir pekan kemarin:

09.00 - 'Bubur Ayam' Spanyol

Mengisi perut sebelum berpetualang seharian adalah kewajiban. Karena menginap di hotel, hidangan sarapan sangat bervariasi.

Demi merasakan sensasi cita rasa kuliner lokal, CNNIndonesia.com hanya mengambil hidangan khas setempat.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaArroz Caldo. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Sebagai permulaan, CNNIndonesia.com memilih Arroz Caldo, yang dalam bahasa Spanyol berarti kaldu beras. Namun dari bentuknya, makanan ini mirip dengan Bubur Ayam yang ada di Indonesia.

Beruntung, rasanya yang gurih masih cocok dengan lidah orang indonesia.

Sebagai pendamping, CNNIndonesia.com memilih Cauliflower ala Monbay, semacam makaroni dengan kol sebagai bahan utamanya.

10.00 - Jose Rizal Monumental Park

Kenyang sarapan, CNNIndonesia.com mulai menjelajah beberapa objek wisata di Manila. Tujuan pertama pelesir siang itu adalah Jose Rizal Monumental Park, sebuah taman besar untuk mengenang pahlawan nasional Filipina, Dr. Jose Rizal.

Untuk mencapai Jose Rizal Monumental Park yang berjarak 8 kilometer dari hotel, CNNIndonesia.com menumpang taksi. Perjalanan sempat tersendat karena padatnya kendaraan di jalanan, namun tidak terlalu memusingkan seperti di Jakarta.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaJose Rizal Monumental Park. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Hampir 30 menit berkendara, akhirnya sampai di Jose Rizal Monumental Park. Taman ini memiliki sejarah kelam, karena menjadi tempat eksekusi Jose Rizal oleh pasukan Spanyol.

Namun, kini taman seluas 56 hektare itu nampak ceria, karena dihiasi oleh kebun bertema dan air mancur. Ada juga teater terbuka, tempat berbagai kegiatan seni budaya digelar.

11.00 - Kota Tua Intramuros

Cukup satu jam untuk berkeliling di Jose Rizal Monumental Park. Tujuan CNNIndonesia.com berikutnya ialah Kota Tua Intramuros, yang berjarak 10 kilometer.

Sama seperti Kota Tua Jakarta, Intramuros juga bisa dikatakan cikal bakal pembangunan di Manila. Di kawasan ini, terdapat banyak bangunan bersejarah yang salah satunya dilindungi oleh UNESCO.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaKota Tua Intramuros. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Ada beberapa pilihan transportasi untuk mengelilingi Intramuros, yakni dengan kereta kuda, becak sepeda, atau becak motor. Becak ialah pilihan yang paling murah, dengan tarif seharga 300 Peso (sekitar Rp80 ribuan) per 30 menit.

Apapun kendaraan yang dipilih, pengemudinya pasti akan berlaku sebagai pemandu wisata.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaBecak di Intramuros. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Dalam tur itu, objek wisata yang pertama yang dikunjungi adalah Benteng San Diego Garden. Meski disebut kebun, di sini berdiri benteng pertahanan buatan Spanyol, tempat sejumlah pertempuran bersejarah terjadi.

Jepang, yang juga sempat menjajah Filipina, pernah menjadikan tempat ini tempat eksekusi.

Objek wisata selanjutnya adalah San Agustin Church. Gereja ini adalah gereja pertama yang berdiri di Filipina pada 1571. Di samping umurnya, gereja ini termasuk istimewa karena berfungsi sebagai museum. Tak heran gereja ini mendapat label Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di Manila San Agustin Church. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Dengan tiket masuk seharga 100 Peso (sekitar Rp26 ribuan), pengunjung bisa mengetahui sejarah mengenai penyebaran Katolik di Filipina. Di dalamnya juga terdapat ruang peringatan bagi penghuni gereja dan warga Intramuros yang dibunuh oleh Jepang pada 1945.

Puas mengagumi gereja tua, objek wisata berikutnya adalah Fort Santiago, tempat Jose Rizal ditahan sebelum dieksekusi.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaFort Santiago. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Dengan tiket masuk seharga 75 Peso (sekitar Rp20 ribuan), pengunjung bisa menikmati suasana benteng utama pemerintah kolonial Spanyol. Di dalam benteng, terdapat parit besar, taman, dan air mancur.

Dijelaskan pemandu, Fort Santiago adalah benteng pertama yang dibangun di Manila sehingga menjadi acuan dari keseluruhan kompleks Intramuros.

16.00 - Mall of Asia

Tak hanya sejarah, Manila juga menawarkan wisata belanja. Ada banyak mal yang dibangun, salah satu yang dikunjungi CNNIndonesia.com merupakan yang terbesar ke-empat, yaitu SM Mall of Asia.

Seluas 40,7 hektare, mal ini juga merupakan yang terbesar ke-11 di dunia.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaMall of Asia. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Berjarak 8 kilometer dari Intramuros, CNNIndonesia.com mengunjungi Mall of Asia dengan menggunakan taksi.

Mengelilingi mal ini perlu tenaga lebih. Saking luasnya, pengunjung bisa saja tersesat. Setiap hari, mal ini juga ramai dikunjungi. Dengan jumlah toko lebih dari 1.000 unit, segala macam barang bisa dibeli di sini.

Lelah belanja, wisata kuliner bisa jadi pelipur lara. Ada banyak kedai yang berjejer di sepanjang ruas jalan Mall of Asia. Menu lokal bernama Hot Taho yang dihargai 45 Peso (sekitar Rp12 ribu) menjadi pilihan.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaHot Taho. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Hot Taho mirip dengan Kembang Tahu di Indonesia. Bukan disiram dengan air jahe, menu ini disiram dengan kuah gelap yang rasanya seperti kecap manis.

19.00 - Singing Cooks and Waiters

Tak jauh dari Mall of Asia, ada restoran Singing Cooks and Waiters, yang menjadi pilihan CNNIndonesia.com untuk bersantap malam.

Restoran tersebut cukup tenar berkat keahlian para juru masak dan pelayannya untuk menghibur pengunjung. Kepada CNNIndonesia.com, manajer restoran mengatakan kalau karyawannya memang harus bisa bernyanyi, bermain alat musik atau menari.

Jadi bisa dibayangkan, suasana di sini tak pernah sepi.

CNNIndonesia.com memilih makanan Bakang Mahaang dan Pansit Musiko serta minuman Gulaman at Sago untuk santap malam. Keduanya adalah makanan yang direkomendasikan di Singing Cooks and Waiters.

Sambil menunggu makanan tiba, juru masak dan pelayan melakukan aksi musikalnya.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaSajian di Singing Cooks and Waiters. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Tak lama, menu yang dipesan hadir di meja. Bakang Mahaang adalah jenis hidangan daging sapi empuk dengan rasa yang dominan manis, mirip Semur Daging atau Rendang di Indonesia.

Sementara Pansit Musiko mirip dengan Kwetiauw dan Gulaman at Sago mirip dengan Cendol.

Menu di restoran dihargai mulai dari 100 Peso hingga 1.800 Peso (sekitar Rp20 ribu sampai Rp200 ribu).

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaBalut. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Tak lengkap rasanya jika belum mencicipi Balut di Manila. Balut ialah telur bebek yang belum menetas, sehingga ada “anak” bebek di dalamnya.

Terdengar menyeramkan, namun rasa Balut mirip dengan rasa telur setengah matang. Dan jangan lupa ada “seonggok daging” yang harus dikunyah.

21.00 - MOA Eye

Untuk menutup malam, CNNIndonesia.com kembali ke kawasan Mall of Asia, tepatnya di taman bermain MOA Eye.

Di sana ada wahana bianglala untuk memandangi Manila dari segala penjuru.

Mencicipi 'Asia Rasa Spanyol' di ManilaMOA Eye. (CNN Indonesia/Bintoro Agung Sugiharto)

Puas berfoto di atas bianglala, CNNIndonesia.com memilih untuk kembali ke hotel.