Trik Agar Tak Terjebak Unggah Pornografi di Akun Sosial Media

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Senin, 15/05/2017 12:25 WIB
Trik Agar Tak Terjebak Unggah Pornografi di Akun Sosial Media Hati-hati dalam mengunggah foto dalam media sosial agar tidak dianggap pornografi. (Splitshire)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak bisa dipungkiri, sosial media merupakan sarana ideal untuk berekspresi orang, terutama generasi milenial. Berbagai aktivitas, kejadian dan pose diunggah, lengkap dengan menggunakan filter dan tagar. 

Sosial media dari facebook, twitter, instagram hingga path pun akhirnya dipenuhi dengan foto lokasi seseorang berada, apa yang dilakukan hingga swafoto.

Namun, banyak hal yang perlu diperhatikan oleh para pengguna sosial media ketika mengunggah foto itu. Mereka harus memahami apakah foto-foto tersebut masuk sebagai salah satu konten pornografi atau tidak.

Hal tersebut menjadi penting karena telah diatur dalam Pasal 4 ayat 1 Undang-Undang 44 tahun 2008. Dalam pasal tersebut telah diatur larangan untuk memproduksi, membuat, menyebarluaskan, dan menyediakan hal yang berbau pornografi di sosial media.


Dilansir dari berbagai sumber, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat Anda mengunggah foto ke akun sosial media.

Foto telanjang

Seseorang dilarang mengunggah foto telanjang ke akun sosial media. Meskipun dia mengunggah foto itu dalam akun pribadinya tetapi, aturan yang berlaku tetap harus dipatuhi.

Hal tersebut pernah dialami oleh penyanyi Rihanna di tahun 2014. Dia pernah berurusan dengan Instagram karena unggahan foto bugilnya untuk Majalah Lui asal Prancis. Saat itu, instagram langsung menyensor dan mengancam akan menutup akun Rihanna jika foto-foto itu tidak dihapus.

Instagram juga melarang pengguna akun untuk mengunggah foto bokong atau telanjang secara dekat. Meski demikian, dia masih memberikan kelonggaran jika foto tersebut diambil dari jarak jauh. Selain itu, kelonggaran juga masih diberikan untuk foto pakaian minim.

Selain instagram, twitter dan facebook juga telah melarang penyebaran konten itu. Meski demikian, facebook masih mengizinkan jika foto itu berupa lukisan dan patung.

Jika di Indonesia, bukan hanya akun yang diblokir tetapi, seseorang juga akan terancam sebagai pelanggaran tindak pidana. Seseorang dapat menerima sanksi pidana minimal 6 bulan penjara dan maksimal 12 tahun. Atau denda paling sedikit Rp250 juta dan maksimal Rp6 miliar.

Foto kegiatan seksual

Banyak ungkapan ekspresi yang diunggah seseorang di akun sosial medianya. Tidak hanya foto diri sendiri tetapi, kadangkala seseorang ingin mengungkapkan apa yang dia inginkan atau sedang dilakukan saat itu.

Salah satu ungkapan ekspresi yang dilarang diunggah di sosial media adalah kegiatan masturbasi dan hubungan seksual. Kegiatan tersebut dinilai sebagai tindak pidana jika disiarkan melalui sosial media.

Bukan hanya ketika dia mengunggah foto dirinya yang sedang berkegiatan itu tetapi, penyebaran ilustrasi seperti gambar grafis, animasi, dan gambar bergerak pun tidak boleh dilakukan. Jadi, seseorang harus berhati-hati ketika mengunggah foto atau kreativitasnya itu.

Foto chat seksual

Bukan tidak mungkin seseorang akan menampilkan isi percakapan ke akun sosial medianya. Meski demikian, dunia internet juga memiliki aturan yang ketat soal itu.

Dunia internet juga melarang diunggahnya foto percakapan yang berbau seksual seperti perbincangan soal hal-hal yang menggairahkan birahi hingga sex by phone yang dilakukan melalui pesan text.

Hal tersebut juga dinilai masuk ke dalam UU Prnografi.

Hindari akun pornografi

Sebagai pengguna sosial media, tentu saja Anda juga tidak mau ada sejumlah akun yang menyebarkan konten pornografi. Biasanya, akun-akun tersebut akan menghampiri akun Anda untuk permintaan pertemanan.

Meski demikian, sebaiknya Anda tidak menerima ajakan pertemanan tersebut. Biasanya, jika satu akun sudah Anda ikuti maka akun-akun lainnya akan bermunculan dan mengikuti akun Anda.