Dalam penyelidikan awal, kepolisian menyebutkan bahwa Hayden dianggap tak fokus memerhatikan rambu lalu lintas. Selain itu, kesimpulan sementara menyebut perhatian Hayden teralihkan karena musik yang didengarnya lewat headphones.
Jika benar fokus Hayden teralihkan gara-gara musik yang didengarnya lewat headphones, maka angka 'korban musik' saat berkendara semakin bertambah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendaraan adalah satu tempat di mana Anda bisa meninggal karena Anda mendengarkan jenis musik yang salah," katanya, dikutip dari Times of Israel.
Dia menambahkan bahwa musik bertempo cepat, melankolis, sedih, gembira, dan lainnya akan memengaruhi perasaan seseorang dengan mudah. Artinya, memilih jenis musik yang salah akan memengaruhi perasaan dengan salah pula. Inilah yang akan membahayakan hidup Anda di jalan raya.
Sementara semua pengemudi mulai sadar dengan dengan bahaya ponsel saat berkendara, di bawah pengaruh minuman alkohol, belum banyak orang yang berpikir dua kali sebelum mendengarkan musik di kendaraan. Padahal hal ini dianggap juga bisa membahayakan nyawa.
"Baik pengemudi amatir maupun berpengalaman, keduanya harus paham tentang bagaimana musik bisa memengaruhi kebiasaan berkendara dan mengontrol kendaraan," kata Brosdky.
Penelitian Brodsky mengungkapkan bahwa level konsentrasi seseorang akan berkurang ketika lagu favoritnya mulai terdengar. Berkurangnya fokus akan ditandai saat pengemudi mulai ikut bernyanyi, menggerakan tubuh, memainkan instrumen imajiner, atau mungkin pura-pura memegang mikropone seiring lagu.
"Apakah itu Beethoven, basir, atau Bieber, idealnya seorang pengemudi harus memilih lagu yang tidak memecah konsentrasi, membangkitkan memori, emosi, atau gaya menggebuk drum selama berkendara."
(chs)