Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir juga menutup akses bagi maskapai pelat merah Qatar Airways untuk masuk ke negaranya.
Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Maria Kristi Endah Murni menjelaskan, saat ini Qatar Airways tidak mengubah sedikit pun jadwal terbangnya ke Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qatar Airways sebelumnya akan menambah satu penerbangan ke Bali pada Juli 2017. (REUTERS/Pascal Rossignol) |
Bahkan menurutnya, Qatar Airways masih berencana menambah frekuensi penerbangannya ke Indonesia yang dinilai memiliki potensi pariwisata yang tinggi.
"Untuk penerbangan ke Indonesia aman-aman saja karena memang tidak terdampak dari larangan itu," katanya.
Kementerian Perhubungan menurut Maria Kristi saat ini justru tengah mengupayakan agar penerbangan umrah dan haji dari Indonesia yang transit di Doha untuk tetap bisa meneruskan penerbangannya ke Arab Saudi.
"Data lainnya terus dimonitor karena tidak semua penerbangan Indonesia ke Qatar itu lanjut ke Arab atau tiga negara lainnya yang melarang," katanya.
Laila Nurlaila Purnamasari, Marketing Coordinator Qatar Airways di Indonesia menambahkan, pelarangan penerbangan yang dialami maskapai tempatnya bekerja ke Mesir, Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab tidak mengganggu jadwal penerbangan ke Indonesia.
Laila menyebutkan saat ini frekuensi penerbangan Qatar Airways dari dan menuju Indonesia sebanyak enam kali per hari, yaitu Doha - Jakarta tiga kali dan Doha - Denpasar tiga kali.
Qatar Airways sebelumnya akan menambah satu penerbangan ke Bali pada Juli 2017 setelah meneken kerja sama dengan Kementerian Pariwisata. (gen)
Qatar Airways sebelumnya akan menambah satu penerbangan ke Bali pada Juli 2017. (REUTERS/Pascal Rossignol)