Maraknya aksi teror yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka tersebut, berpotensi menyurutkan niat wisatawan untuk melancong dan menghabiskan waktu liburan di negara lain. David Shaftel dari The New York Times merangkum sejumlah tips untuk menghapus kekhawatiran berlibur di tengah maraknya aksi teror.
1. Liburan merupakan tonik kehidupan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin sering berlibur, semakin sedikit rasa waswas yang menghantui kita. Ketakutan atas aksi teror akan beralih ke kekhawatiran apakah kita membawa cukup popok anak yang diajak liburan, apakah makanan ringan yang dibeli cukup selama berada dalam perjalanan, dan hal lain.
Sebagai wisatawan, jangan pernah mengabaikan ancaman terorisme. Namun, jangan memiliki ketakutan berlebihan akan menjadi target serangan teroris di negara yang akan kita kunjungi.
Rob Walker, konsultan risiko dari SOS and Control Risks menyebut bahaya terbesar yang mengintai wisatawan adalah kecelakaan di jalan raya untuk menuju objek wisata yang dikunjungi. Jadi bukan aksi teroris.
3. Aksi teror hanya bisa dilawan dengan memperbanyak liburan
George Morgan-Grenville, pendiri perusahaan perjalanan wisata Red Savannah di Inggris menegaskan, cara terbaik untuk menghilangkan rasa takut akan teroris adalah dengan memperbanyak liburan.
"Ketika berlibur ke tempat yang dikhawatirkan menjadi target serangan teroris namun ternyata tidak terjadi apa-apa di sana, pelancong akan merasa lebih santai ketika liburan lagi di masa depan," ujar Morgan-Grenville.