Namun, dokter bedah plastik Danu Mahandaru, dari The Clinic (Beautylosophy) menganjurkan agar mewaspadai aktivitas berolahraga dan sauna berlebihan. Karena, dengan begitu penyerapan terhadap filler akan lebih cepat dan durasi tahannya menjadi lebih pendek.
Danu mengatakan filler aman karena bahannya asam hialuronat yang ini sebenarnya ada di dalam tubuh. HA dan kolagen bersama-sama memberi struktur pada kulit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, filler dengan zat HA ini bisa bertahan sementara antara 1-2 tahun. Hal ini, kata Danu, karena filler mengikuti waktu proses penyembuhan luka di kulit.
"Jika ada filler yang dapat bertahan lebih dari itu, maka sepatutnya pasien curiga. Pengulangan terapi dapat dilakukan 6 bulan setelah terapi pertama. Tak ada kata maksimal dalam penyuntikan filler," ujarnya.
Dr. Danu Mahandaru, dari The Clinic (beautylosophy). (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari) |
Danu menegaskan tak ada efek samping dari filler, jika terapi dilakukan oleh dokter yang ahli atau certified. Ini menjadi penting mengingat risiko zat filler masuk ke pembuluh darah atau kerusakan kulit bisa saja terjadi.
Selain itu, kata dia, sebenarnya tak ada pantangan yang wajib dijalankan mereka yang melakukan filler. Namun, ia mengatakan banyak olahraga dan sauna akan mempercepat penyerapan zat filler ke dalam tubuh.
"Misal kayak punya tas mahal, maka akan semakin repot, tidak bisa sembarang taruh, sama seperti muka mahal, nggak boleh sauna, atau kepanasan," ujarnya.
"Bukan nggak boleh, cuma akan mempercepat hilangnya filler, walau belum dibuktikan secara penelitian," kata dia. (rah)
Dr. Danu Mahandaru, dari The Clinic (beautylosophy). (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)