Mencari Beda Ketupat, Lontong, dan Buras

Tiara Sutari, CNN Indonesia | Sabtu, 24/06/2017 13:23 WIB
Mencari Beda Ketupat, Lontong, dan Buras Ketupat terkenal sebagai salah satu panganan khas lebaran. (Thinkstock/yuliang11)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sudah pernah merasakan gurih dan lezatnya buras? Makanan khas masyarakat Bugis atau Makasar ini kerap kali jadi salah satu panganan wajib yang ada saat momen lebaran tiba.

Buras yang juga dikenal dengan nama burasa ini sering kali disamakan dengan dua 'kawannya' yang lain, yakni lontong dan ketupat.

Ketiganya memang sama-sama dibungkus daun. Ketiganya juga sama-sama terbuat dari beras, sehingga sering dianggap jenis makanan yang sama. Bahkan, istilah lontong sayur pun kerap muncul di hari raya Idul Fitri. Padahal jelas-jelas lontong sayur berbahan dasar ketupat yang disiram dengan kuah opor.


Ketupat, lontong, dan buras, meskipun nampak sejenis kenyataanya ketiganya sangat berbeda. Serupa tapi tak sama, berbahan dasar sama tapi tak berarti ketiganya bisa disamakan begitu saja.

Lontong

Panganan ini dibuat dari beras setengah matang dan dibungkus daun pisang. Lontong sering ditemukan di kawasan pulau Jawa dan merupakan makanan khas asli Indonesia.

Lontong, di samping nasi, telah menjadi primadona juga sebagai pengganjal lapar karena dianggap sebagai makanan yang mengenyangkan dan praktis.

Tinggal buka saja bungkusnya, lontong siap disantap dengan makanan lain seperti gorengan atau tempe goreng mendoan. Rasa lapar pun seketika hilang tanpa Anda repot-repot harus mencari piring dan sendok seperti saat memakan nasi.

Lontong sendiri biasanya berbentuk panjang dan dibungkus daun pisang untuk kemudian dikukus hingga matang. Lontong memiliki aroma khas yang menggugah selera, campuran daun pisang dan beras. Selain itu lontong juga memiliki ciri khas lain, yakni setelah matang berwarna putih kehijauan di bagian luar yang berasa dari warna daun pisang.

Berbeda dari lontong, ketupat dibuat dari daun kelapa muda atau janur. Berbeda dari lontong, ketupat dibuat dari daun kelapa muda atau janur. (ANTARA FOTO/Reno Esnir)
Buras atau Burasa

Makanan ini memang tidak jauh berbeda dengan lontong, bahkan bentuk dan tampilannya pun sama. Sama-sama dibungkus daun pisang dan dikukus hingga matang.

Yang membedakan makanan ini dengan lontong adalah komposisi dasar. Makanan ini, selain terbuat dari beras setengah matang ada bahan dasar lain yang menjadi andalannya.

Pembuatan buras diawali dengan beras yang direbus setengah matang, tapi ketika direbus, beras tersebut dicampur dengan air santan dan sedikit parutan kelapa.

Selain aroma yang wangi, buras juga memiliki rasa khas yaitu rasa gurih yang berasal dari santan dan kelapa bercampur dengan beras. Tak heran makanan ini menjadi idola masyarakat Makasar.

Ketupat

Dari ketiga makanan ini, hanya ketupat paling berbeda. Ketupat tidak dibungkus dengan daun pisang, tetapi dari daun janur (kelapa) yang dianyam. Ketupat juga tidak terbuat dari beras setengah matang.

Dalam pembuatannya, beras yang telah dicuci langsung dimasukkan ke dalam anyaman daun janur dan biasanya direbus dengan kisaran waktu empat hingga delapan jam.

Baik lontong, buras, maupun ketupat, ketiganya memang berbahan dasar utama beras. Ketiganya juga kerap kali muncul setiap momen lebaran tiba, tapi meskipun begitu ketiga makanan ini tyda serta merta bisa dikatakan sama, sebab ketiganya memiliki ciri khas, rasa, dan aroma tersendiri.