Bahaya di Balik Makanan Bersantan Khas Lebaran

Mesha Mediani, CNN Indonesia | Minggu, 25/06/2017 12:51 WIB
Bahaya di Balik Makanan Bersantan Khas Lebaran Makanan bersantan seperti opor ayam identik dengan lebaran. Panganan ini disantap di banyak daerah di Indonesia. (Thinkstock/Ravsky)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari raya Idulfitri memang identik dengan lauk bersantan. Sebut saja opor ayam, gulai kambing, atau rendang daging. Sebagian orang pun tak mampu mengontrol nafsu makan saat tergoda gurih sajian khas Lebaran itu.

Sayangnya, makanan tersebut tinggi kandungan lemak jenuh dan santan yang jika dikonsumsi berlebihan akan membahayakan tubuh.

Menurut American Heart Association, mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung lemak jenuh dan bersantan merupakan salah satu penyebab penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung koroner.


Berikut bahaya akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan bersantan dan berlemak saat Lebaran, seperti dilansir Livestrong.

Meningkatkan Kadar Kolestrol dalam Darah

Secangkir santan kaya akan lemak jenuh mengandung hampir 90 persen dari total kebutuhan dalam sehari. Begitu juga dengan seporsi kelapa kering atau kelapa sangrai yang biasa digunakan sebagai bumbu rendang dan serundeng. Bahkan, secangkir kelapa kering memiliki lemak jenuh lebih dari 100 persen batas atas yang disarankan. Lemak yang terlalu banyak dalam makanan Anda dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Gas dan Kembung Berlebihan

Mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar meningkatkan produksi gas dan membuat kembung. Setelah makan makanan berlemak tinggi, bisa terjadi suplai gas dalam pencernaan yang lebih tinggi.

Meski buang gas adalah bagian alami dari proses pencernaan, perut yang menyimpan gas berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, makanan berlemak dapat menunda pengosongan perut dan menyebabkan kembung sehingga perut menjadi tidak nyaman.

Penyempitan Pembuluh Darah

Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis terjadi karena adanya sumbatan dari plak. Plak terdiri dari kolesterol dan endapan lemak. Saat plak terbentuk, dinding arteri menjadi lebih tebal. Hal ini mengurangi aliran darah dan mempersempit pembukaan untuk suplai oksigen ke sel-sel dalam tubuh.

Plak dapat benar-benar menghalangi aliran darah melalui arteri besar atau menengah di jantung, otak, panggul, kaki, lengan atau ginjal. Fatalnya, hal ini dapat menyebabkan jantung koroner.  

Memicu Tekanan Darah

Tingginya kolestrol dalam makanan tidak sehat berpengaruh terhadap hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah pada dinding arteri meningkat.

Dalam keadaan normal, arteri yang sehat bersifat fleksibel, kuat dan elastis. Lapisan dindingnya halus sehingga darah mengalir bebas, sehingga mampu memasok nutrisi dan oksigen ke organ vital dan jaringan tubuh lainnya.

Secara bertahap, hipertensi meningkatkan tekanan darah yang mengalir melalui arteri. Hal ini berakibat pada menurunnya kesehatan otak, jantung dan ginjal.