Liburan di Bali, PM Najib Razak Tempati Kamar Raja Salman

Christie Stefanie, CNN Indonesia | Rabu, 28/06/2017 10:45 WIB
Liburan di Bali, PM Najib Razak Tempati Kamar Raja Salman PM Malaysia Najib Razak menghabiskan liburannya di Bali. (ANTARA FOTO/IORA Summit 2017/Rosa Panggabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak cuma keluarga Obama yang datang dan berlibur di Bali. Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak juga berlibur di Bali sejak Senin (26/6). Selama di sana, Najib tinggal di Hotel St. Regis, Nusa Dua. Ini merupakan hotel yang ditempati Raja Arab Saudi Salman saat berada di Bali beberapa bulan lalu.

"Selain hotel yang sama, ternyata PM Najib Tun Razak juga menempati kamar yang dipakai Raja Salman, President Suites," ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Yuniartha Putra seperti dikutip dari Antara.


Agung mengatakan, kamar itu memang cukup spesial bagi para tamu VVIP karena menyajikan pemandangan ke laut lepas.


Berdasarkan penelusuran cnnindonesia.com, harga satu kamar per malam paling murah di hotel itu sekitar Rp6,8 juta. Sementara untuk vila sekitar Rp13 juta dan tarif termahal bisa lebih dari Rp110 juta.

Setibanya di Bali, Najib disambut Gubernur Bali I Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus Golose, Pangdam IX Udayana Mayjen Komarudin Simanjuntak, serta Danlanud Ngurah Rai Kolonel Penerbang Wayan Superman.


Meningkatkan Wisatawan

Najib Tun Razak hanyalah salah satu tokoh dunia yang menghabiskan waktu liburannya di Bali. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku bahwa kehadiran tokoh dunia seperti Najib ini akan berpotensi meningkatkan nilai jual wisata Indonesia.

"Liburan yang menyenangkan PM Malaysia akan diliput banyak media sana. Tentu ini akan memberi keuntungan tersendiri bagi pariwisata Indonesia," kata Arief Yahya.


Kedatangan Najib untuk berlibur ini diakuinya akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, terutama Malaysia, ke Indonesia. Selama ini, wisman dari negeri serumpun ini jumlahnya bergerak dinamis dan cenderung turun.

Jumlah wisatawan Malaysia mencapai 1,43 juta orang pada 2013, turun sekitar 10 persen menjadi 1,27 juta orang pada 2014 dan pada 2015, wisatawan Malaysia turun menjadi 1,24 juta orang atau sekitar 2,26 persen penurunan.

Di tahun lalu, jumlah wisman Malaysia turun sekitar 1,18 juta. Angka ini membuat pemerintah memberi kenaikan target menjadi 1,3 juta wisman Malaysia ke Indonesia.

Arief berpendapat, Bali masih menjadi destinasi favorit wisatawan asing, termasuk tokoh penting dunia. Tetapi, yang menjadi tantangannya adalah untuk mengenalkan tujuan wisata lainnya yang tersebar di Indonesia.

Suasana Bali dianggap membuat banyak orang terbuai karena ketenangannyaSuasana Bali dianggap membuat banyak orang terbuai karena ketenangannya (AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA)

Sebelum Najib, Raja Salman bersama sejumlah pangeran juga berlibur di Bali. Mereka bahkan memperpanjang libur mereka hingga tiga hari dari yang dijadwalkan. Hal itu diharapkan memberi dampak positif bagi wisata Indonesia.

Selain itu, Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama bersama keluarganya juga berliburan di Ubud, Bali. Mereka memilih menghabiskan waktu dengan alam seperti rafting dan sawah. Setelah Bali, mereka akan menghabiskan waktu di Yogyakarta.