Petai, 'Si Bau' yang Kini Go International

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 03/08/2017 18:00 WIB
Petai, 'Si Bau' yang Kini Go International Petai banyak dijauhi orang Indonesia tapi disukai wisatawan asing (Thinkstock/moxumbic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Petai bisa dibilang bernasib sama seperti durian. Bagi sebagian orang, rasanya enak, namun tak tahan akan baunya.

Hanya saja, mungkin durian jauh 'lebih beruntung' dibanding petai karena aromanya tak terlalu tahan lama. Petai yang termasuk suku polong-polongan itu lebih sering dijauhi dalam penyajian makanan karena baunya yang menempel lama di mulut.

Tidak hanya itu, bau dari petai juga biasanya akan menempel pada air seni yang dikeluarkan oleh seseorang.


Di balik aromanya yang banyak dijauhi dan tak jarang dianggap kampungan, namun nyatanya kiprah petai sudah masuk ke kancah internasional.


"Sudah banyak wisatawan asing yang mulai mengapresiasi petai," kata koki selebriti Ragil Imam Wibowo kepada CNNIndonesia.com saat Culinary Journey 2017 di Hotel JW Marriott, Jakarta Selatan, Rabu (2/8).

Diakui Ragil, para wisatawan ini ternyata doyan makan petai. Hanya saja diakuinya, semua ini tak lepas dari cara penyajian makanan tersebut.

"Yang penting cara mengolah petainya, jadi bisa diolah untuk diterima dalam dunia internasional. Saya pernah memberikan tempoyak, petai dan durian dalam satu makanan yang notabene mereka (wisatawan asing) tidak mengenal jenis tersebut tapi akhirnya mereka bisa menghargai," ujarnya.


Ragil tidak membuat petai dalam menu yang sulit kepada tamu-tamu di restorannya. Biasanya dia menyajikannya dengan diiris tipis dalam sambal atau disajikan secara utuh tanpa diolah lagi.

Melihat apresiasi yang diberikan oleh para tamu restorannya, Ragil menilai jika lidah mereka telah menikmati dan menerima kehadiran petai. Hanya saja, belum semua wisatawan asing bisa menerima.

Petai diterima penuh oleh wisatawan asal Asia. Sebaliknya, wisatawan Eropa dan Amerika masih belum banyak yang suka petai.


Tidak hanya soal rasa. Ragil mengatakan, petai memiliki manfaat kesehatan yang harus diketahui oleh masyarakat meskipun belum terdapat catatan resmi dalam dunia kesehatan.

Antioksidan dalam petai dinilai dapat membantu mengurangi penyakit dalam tubuh. Bau pada petai juga dinilai sebagai zat untuk mematahkan partikel jahat dari penyakit.

"Antioksidannya tinggi, bisa mengurangi tumor meskipun belum terakreditasi secara medis. Ada seorang herbalis yang mempelajari kenapa orang tua zaman dahulu jarang terkena penyakit seperti sekarang, setelah dicek mereka sering konsumsi sayur, petai dan jengkol," ucapnya.

"Herbalis itu mengatakan sesuatu yang berbau itu dapat mematahkan partikel jahat dari penyakit," tuturnya.