Puncak Gunung Sinabung Masih Berbahaya untuk Dikunjungi

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 10/08/2017 13:13 WIB
Puncak Gunung Sinabung Masih Berbahaya untuk Dikunjungi Seminggu setelah meletus, Gunung Sinabung masih berstatus 'awas'. Masyarakat dan wisatawan masih diminta tak mendekat ke puncaknya. (ANTARA FOTO/Maz Yons)
Jakarta, CNN Indonesia -- Usai meletus pada Rabu (2/8), sampai saat ini Gunung Sinabung masih bergejolak. Oleh karena itu, Badan Geologi Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta agar masyarakat dan wisatawan untuk wasapada serta tidak mendekat dalam radius 3 kilometer dari puncaknya.

Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi ESDM, Kasbani, memaparkan hingga seminggu setelag letusan atau Rabu (9/8) pukul 12 siang, tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih pada level IV atau awas.


“Selain menjauhi puncak, masyarakat juga diimbau untuk membersihkan atap rumah dari abu vulkanis agar tidak roboh. Serta membersihkan tempat penampungan air agar dapat layak dikonsumsi,” kata Kasbani melalui keterangan tertulis dari situs resmi ESDM, seperti yang dilansir dari Antara.


“Jika masih ingin beraktivitas ke luar rumah, jangan lupa untuk menggunakan masker agar pernapasan tetap terjaga,” lanjutnya.


Kasbani lanjut mengatakan, masyarakat yang tinggal di sekitar sungai juga diminta berjaga, karena potensi banjir lahar masih mungkin terjadi.

Gunung Sinabung berada di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.


Pasca kejadian awan panas guguran pada 28 April 2015, kubah lava di puncak terus mengalami pertumbuhan.

Volume kubah semakin membesar, hampir 2 kali lipat dari sebelumnya dan tidak stabil, sehingga berpotensi guguran lava pijar, aliran lava, dan awan panas.

(ard)