Organisasi Kesehatan Australia Evaluasi Diagnosa Berlebihan

Rahman Indra, CNN Indonesia | Jumat, 18/08/2017 10:17 WIB
Organisasi Kesehatan Australia Evaluasi Diagnosa Berlebihan Sejumlah dokter dan organisasi kesehatan Australia mengimbau pentingnya evaluasi terhadap diagnosa berlebihan pada pasien. Ini dinilai berbahaya. (Foto: Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi kesehatan kanker independen di Australia, The Cancer Council mengimbau pemerintah negaranya untuk membuat perencanaan evaluasi terhadap diganosa berlebihan pada calon atau pasien. Mereka menilai pentingnya menghentikan efek penyakit akibat overdiagnosis atau overtreatment.

Pernyataan itu juga didukung oleh sejumlah dokter dan peneliti yang diterbitkan pada Kamis (17/8). Mereka menaruh perhatian khusus akan makin maraknya terjadi penyakit lanjutan akibat pasien didiganosa berlebihan atau mengalami perawatan yang berlebihan. Hal ini termasuk pada penyakit kanker. Mereka mengimbau gerakan nasional untuk mengatasi persoalan tersebut.

"Memperluas jangkauan akan definisi penyakit dan diagnosis merupakan salah satu persoalan yang patut dibahas saat ini, prosesnya butuh reformasi yang berarti," ungkap pernyatan resmi mereka seperti dilansir dari The Guardian.



Pernyataan itu juga didukung oleh sejumlah organisasi kesehatan seperti Consumer Health Forum, the Royal Australasian College of Physicians, the Royal Australian College of General Practitioners, the Royal Australian and New Zealand College of Radiologists, dan the Australian Commission on Safety and Quality in Healthcare.

"Kami sepakat untuk evaluasi, meyakinkan upaya untuk menegaskan adanya dampak dari konsumsi obat berlebihan pada konsumen dan keluarganya, dan membantu efisiensi sistem kesehatan Australia."

Dr Ray Moynihan, peneliti senior fakultas kedokteran Bond University menilai himbauan dari Cancer Council itu sangat penting.

"Sebelumnya ada tanggapan bahwa screening kanker bagi orang sehat itu biasa saja, padahal melakukan screening pada orang sehat juga bisa jadi berdampak, termasuk tindakan overdiagnosis dan overtreatment," ujarnya.


Dengan adanya imbauan, maka tindakan yang dilakukan sebelum memastikan penyakit atau lainnya dapat dipertimbangkan lebih serius.

Dalam pernyataan mereka, Cancer Council juga menyebutkan penggunaan tes berlebihan menyebabkan dampak negatif, sehingga perlu adanya evaluasi atau peninjauan kembali.

Moynihan mencontohkan pasien kanker tiroid, dimana banyak orang didiagnosa dan dites yang sebenarnya tidak perlu untuk memastikan penyakit tumor yang sangat kecil. Ada juga perhatian terhadap para penderita kanker payudara. Review Cochrane akan screening mamografi menunjukkan adanya overdiagnosis pada penderita kanker payudara sebesar 30 persen.

Moynihan lalu menegaskan bahwa pernyatan dan himabuan ini bukannya tanda ketidakpercayaan pada profesional dalam hal ini dokter dan dunia medis.

"Justru ini mendorong adanya evaluasi di bidang pengetahuan, tidak hanya untuk inovasi tapi juga penting tidaknya pengujian bagi pasien dilakukan," ujarnya. (haf/rah)