FOTO: Hong Kong, Tanah Sejuta Helai Mi

CNN Indonesia | Sabtu, 19/08/2017 11:24 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan hanya jadi makanan paling populer dan murah di Hong Kong, semangkuk mi juga bisa menjelaskan sejarah penjajahan di kota pelabuhan tersebut.

Mi adalah makanan paling favorit sekaligus mesin pengeruk keuntungan di kota yang penuh dengan makanan enak dan terjangkau seperti Hong Kong. (AFP PHOTO / Dale DE LA REY)
Bukan hanya mi yang berasal dari jaringan restoran besar, tapi mi-mie yang masih diolah tradisional seperti menggunakan bambu ini juga banyak diserbu pelanggan. (AFP PHOTO / Dale DE LA REY)
Mi yang paling laku biasanya dilengkapi dengan pangsit udang atau babi, atau mi yang dibuat dengan telur udang. (AFP PHOTO / Isaac LAWRENCE)
Budaya makan mi di Hong Kong adalah cermin sejarah mereka sebagai kota tempat berlabuhnya para migran dari seluruh China. Campuran keju, tomat kaleng, dan kornet juga menunjukkan sejarah penjajahan mereka oleh Inggris. (AFP PHOTO / Dale DE LA REY)
Mi yang bisa dengan cepat disajikan sangat cocok dengan ritme Hong Kong. Para pekerja kantorannya sering menghabiskan semangkuk mi untuk sarapan (AFP PHOTO / Isaac LAWRENCE)
Meski Hong Kong dipenuhi bisnis waralaba mi, bisnis-bisnis kecil dengan teknik tradisional tetap bertahan karena nostalgia dan rasa klasiknya. (AFP PHOTO / Isaac LAWRENCE)
Mi tradisional di Hong Kong punya banyak rasa, mulai dari bayam, rempah, hingga mi rasa telur udang. Pelanggan tinggal memilih rasa yang sesuai selera. (AFP PHOTO / Isaac LAWRENCE)
Lau Fat-cheong adalah salah seorang dari segelinting pembuat mi tradisional di Hong Kong. Racikan mi pada restorannya dibuat oleh kakeknya pada 1940-an.  (AFP PHOTO / Dale DE LA REY)
Semangkuk mi tradisional dibanderol pada kisaran harga 30 dolar Hong Kong, atau setara Rp51 ribu. Mi adalah salah satu makanan termurah di Hong Kong. (AFP PHOTO / Dale DE LA REY)
Hanya saja, kini muncul kecemasan. Gentrifikasi lingkungan-lingkungan tradisional Hong Kong sempat memunculkan isu bisnis restoran mi skala kecil akan terpengaruh. (AFP PHOTO / Isaac LAWRENCE)