Laporan dari Kalimantan

FOTO: Bertamu ke Keraton Kesultanan Kadariyah Pontianak

CNN Indonesia | Rabu, 23/08/2017 20:35 WIB

Pontianak, CNN Indonesia -- Sebelum ada kota, komplek keraton ini merupakan pusat kehidupan di Pontianak.

Selain Tugu Khatulistiwa, Keraton Kesultanan Kadariyah juga menjadi objek wisata yang penting dikunjungi saat datang ke Pontianak.
Dari luar, Keraton Kesultanan Kadariyah tampak seperti rumah biasa. Tapi setelah masuk ke kompleksnya, ternyata bangunan ini merupakan saksi bisu penyebaran agama Islam di Pontianak. 
Kesultanan Pontianak di bawah pimpinan Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadri membangunnya pada tahun 1771 sampai 1778 masehi. 
Sebelum ada kota, komplek keraton ini merupakan pusat kehidupan di Pontianak.
Tembok bangunannya Keraton Kesultanan Kadariyah yang berbahan kayu didominasi oleh warna kuning.
Kaca Seribu, benda antik dari Perancis yang dipajang di ruangan tengah. Informasi mengenai silsilah Kesultanan Pontianak bisa diketahui melalui susunan foto yang terbingkai rapi dan berada di ruangan yang sama.
Di lantai atas terdapat ruangan khusus yang biasanya digunakan sultan untuk memantau arus di Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Namun, saat dikunjungi kemarin, area tersebut ditutup untuk renovasi. 
Walau tak lagi menjadi pusat pemerintahan, tapi nilai sakral Keraton Kesultanan Kadariyah masih sangat kental. Oleh karena itu, terdapat sejumlah larangan yang harus ditaati oleh pengunjung.
Pertama, pengunjung tidak boleh menduduki Singgasana Sultan. Kedua, pengunjung tak boleh berfoto selfie dengan gaya berlebihan, jadi hanya boleh bergaya formal.
Ketiga, pengunjung harus mengenakan pakaian tertutup. Bagi yang sudah terlanjur mengenakan celana pendek akan dipinjamkan sarung. Keempat, alas kaki wajib dilepas saat masuk ke dalam bangunan.