Menjadi Turis Bukan Sekadar Berlibur

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Kamis, 24/08/2017 19:40 WIB
Menjadi Turis Bukan Sekadar Berlibur Bentuk kampanye UNWTO untuk mencegah efek buruk industri pariwisata. (tourism4development2017.org)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri pariwisata selalu memiliki dua sisi, baik dan buruk. Puluhan juta turis yang datang bisa memberi devisa, namun bisa juga mengancam kelestarian alam dan budaya di suatu tempat.

Sebagai langkah pencegahan efek buruk tersebut, Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) meluncurkan kampanye agar turis dapat mendukung pengembangan industri wisata yang berkelanjutan.


Dilansir dari Lonely Planet, kampanye itu bernama Travel.Enjoy.Respect.


[Gambas:Instagram]

“Kampanye ini sebagai imbauan bagi para turis untuk menghormati keberadaan alam dan budaya di mana pun mereka berada. Mereka bisa memulai perubahan yang lebih baik,” kata Sekjen UNWTO Taleb Rifai.


Kampanye Travel.Enjoy.Respect berupa empat tips yang bisa dibaca dan diunduh melalui situs www.tourism4development2017.org.

Empat tips tersebut ialah; santun terhadap penduduk lokal, menjaga kebersihan lingkungan, mendukung perekonomian lokal, mengikuti dan menghormati aturan yang berlaku.

[Gambas:Instagram]

UNWTO berharap dengan kampanye ini para turis tak lagi dianggap sebagai ancaman bagi negara atau kota yang didatanginya.

Seperti yang diketahui sebelumnya, beberapa kota di Eropa mulai melakukan aksi menolak turis, seperti di Venesia dan Barcelona.


Kepulauan Palau juga melakukan hal yang sama, dengan tidak menginginkan turis berkantong pas-pasan untuk datang. Selain terkenal pelit, turis bokek juga dinilai sering mengotori alam.

Di Indonesia pun demikian. Bulan lalu, pemerintah daerah Bali menegaskan bahwa semua turis yang mengunjungi pura sebagai tempat ibadah umat Hindu harus menjaga kesopanannya.

(ard)