Halabihalal Punggowo Pecahkan Rekor MURI

advertorial, CNN Indonesia | Selasa, 29/08/2017 15:14 WIB
Halabihalal Punggowo Pecahkan Rekor MURI
Batam, CNN Indonesia -- Ribuan orang berduyun-duyun meramaikan acara Halalbilahal ke-9 Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo). 150 Ribu orang masuk dan membawa kupon dalam catatan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Paguyuban yang digelar di Dataran Engku Putri, Batam Center itu berhasil masuk kategori halalbihalal dengan peserta terbanyak dan memecahkan rekor tahun lalu dengan jumlah peserta 115 ribu orang.

"Alhamdullilah, untuk pertama kalinya halalbihalal digelar di lapangan outdoor dengan cuaca mendung dan hujan ini ternyata tidak mengurangi kebersamaan dan kekompakan paguyuban. Mereka tetap datang untuk mempererat tali silaturahmi, bahkan berhasil memecahkan rekor tahun lalu," kata Ki Lurah Punggowo Soerya Respationo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/8/2017).


Ki Lurah mengungkapkan, selain memecahkan rekor MURI, halalbihalal Paguyuban Punggowo yang didukung Kementerian Pariwisata (Kemenpar) juga berhasil menorehkan rekor MURI lainnya untuk kategori Pagelaran Seni Budaya terbanyak oleh Paguyuban Jowo dalam satu kegiatan.

"Setidaknya ada 68 grup kesenian yang tampil sekaligus dalam acara halalbihalal yang berasal dari berbagai wilayah Jawa dan Sumatera, seperti kuda kepang, reog, rontek, jathilan, topeng ireng, tayub, kerawitan hingga barongsai. Sedangkan untuk artis yang dihadirkan antara lain Didi Kempot, Cak Sodik dan pedangdut dari Jakarta dan Batam, " lanjutnya.

Tidak hanya itu, MURI juga memberikan empat penghargaan kepada paguyuban atau kelompok. Penghargaan itu diberikan kepada Jogoboyo yang diwakili Ruji Pani untuk kategori halalbihalal dengan peserta terbanyak, Punggowo Mudo yang dipimpin Putra Yustisi Respaty untuk kategori halalbihalal dengan peserta terbanyak, Dewan Seni dan budoyo Punggowo yang diketuai Mardji atas kategori Pagelaran Seni dan budaya terbanyak oleh Paguyuban Jowo, dan Paguyuban Saraswati Wanitomo Punggowo yang dipimpin Silvia Hilda Kusumaningrum untuk Pagelaran Seni Budaya terbanyak Paguyuban Jowo.

Dalam kesempatan ini, Ki Lurah juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenpar yang konsisten mendukung halalbihalal ini. Rencananya, Kemenpar ingin menjadikan paguyuban halalbihalal ini sebagai agenda tahunan pariwisata berbasis budaya.

"Jumlah pengunjung yang banyak hingga memecahkan rekor MURI, pentas aneka budaya dari puluhan grup kesenian, hingga keunikan kuliner daerah ternyata menjadi pertimbangan khusus Kemenpar. Karena itu, acara halalbihalal punggowo ditetapkan sebagai event nasional dan akan rutin digelar setiap tahun," ujar Ki Lurah.

Halalbihalal Punggowo yang tahun ini mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa ini merupakan wadah bagi lebih dari 100 paguyuban Jawa. Selain itu juga menjadi representasi asal daerah dan profesi di kalangan etnis Jawa dan Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) di Batam dan Kepulauan Riau.

Sekretaris Kemenpar Ukus Kuswara yang hadir mewakili Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi aktualisasi dari Punggowo. Menurutnya, paguyuban ini sangat tepat untuk menjalin silaturahmi yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Indonesia.

"Atraksi ini luar biasa, sehingga perlu dijaga kelestariannya. Kemenpar akan men-support kegiatan ini dan memasukkan dalam calender of event dengan atraksi budaya sebagai event berdaya tarik wisatawan," kata Ukus.

Ukus mengaku tidak menyangka Batam bisa membuat acara berbasis budaya dengan semarak dan diisi aneka seni budaya.

"Kita akan bantu mengkurasi event ini agar lebih rapi dan mendatangkan wisman dan wisnus," ujarnya.

Bagi Arief, Kegiatan Halal Bihalal menambah warna dari kegiatan Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) yang menjadi prioritas untuk Kota Batam saat ini.

"Batam juga masuk program crossborder tourism. Jadi tak cuma wisata alam, sport tourism, dan wisata religi saja yang kita support. Atraksi MICE seperti halal bihalal ini juga ikut kami dukung," kata Arief.

Menurut Menpar, dengan potensi pergerakan orang dari satu kota ke kota lain, serta dari satu negara ke negara lain, dalam jumlah masif akan menggerakkan ekonomi. Pergerakan orang sama dengan pergerakan bisnis.

"Karena itu industri pariwisata pasti akan ikut bergerak," pungkasnya.