Antisipasi Kolesterol Daging Kambing saat Hari Raya Iduladha

Rahman Indra, CNN Indonesia | Jumat, 01/09/2017 11:30 WIB
Antisipasi Kolesterol Daging Kambing saat Hari Raya Iduladha Ahli gizi ungkap meningkatnya kolesterol tergantung seberapa banyak daging kambing yang dikonsumsi. (Foto: Thinkstock/EzumeImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyambut hari raya Iduladha, hidangan yang terbuat dari daging kambing dan sapi menjadi sajian utama di meja makan. Mengikuti syarat hewan yang dikurbankan untuk perayaan Iduladha, yaitu hewan ternak berkaki empat dan berukuran besar, seperti sapi, kambing, dan unta.

Namun, seiring dengan berjalannya perayaan Iduladha seringkali muncul kekhawatiran dalam mengonsumsi daging kambing. Entah itu ada anggapan akan risiko tekanan darah tinggi atau kolesterol.

“Meningkatnya kolesterol tergantung dengan seberapa banyak daging kambing yang dikonsumsi. Jika mengonsumsi banyak daging kambing, kolesterol juga ikut meningkat,” ungkap ahli gizi Hardinsyah saat dihubungi CNNIndonesia.com, pada Rabu (30/8).



Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa kandungan yang terdapat dalam daging sapi memang berbeda dengan daging kambing. Diumpamakan bahwa setiap 100 gram daging sapi mengandung 201 Kkal, 18,8 gr protein, 14 gr lemak, 60 mg kolesterol, dan 2,8 mg zat besi dan 11 mg kalsium. Sedangkan setiap 100 gram daging kambing mengandung 149 Kkal, 16,6 gr protein, 9,2 gr lemak, 22 mg kolesterol, 1 mg zat besi, dan 11 mg kalsium.

Meskipun begitu tidak semua daging yang dikonsumsi menjadi kolesterol karena hanya seperempat bagian dari makanan yang diolah menjadi kolesterol di hati.

Dalam mengonsumsi daging kambing, orang yang beresiko hiperkolesterol dianjurkan untuk waspada. Sebab kadar lemak yang terdapat dalam tubuh lebih tinggi dibanding kadar lemak yang seharusnya. Terkait dengan pengendalian tingkat kolesterol, Hardinsyah juga menganjurkan untuk hati-hati dalam mengonsumsi daging merah serta mengurangi makanan berlemak.

Ia juga mengungkapkan cara menghidangkan daging kambing dengan tingkat kolesterol rendah. “Pengolahannya bisa dipanggang, seperti di sate, tapi jangan sampai hangus. Bisa juga dibuat soto bening,” ungkapnya.


Tidak ada batasan berapa banyak mengonsumsi daging kambing per hari. Namun, perlu diingat kembali bahwa mengonsumsi daging kambing yang banyak mampu meningkatkan kolesterol.

“Bahaya terjadi jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang karena otomatis meningkatkan kolesterol,” tuturnya. “Ada baiknya dalam rangka Iduladha untuk berbagi dengan yang membutuhkan sebagai cara menghindari kolesterol daging kambing,” lanjutnya lagi.