Di Low Light Bazaar Ada 'Tustel' Seharga Motor Matik Jepang

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Minggu, 10/09/2017 17:45 WIB
Di Low Light Bazaar Ada 'Tustel' Seharga Motor Matik Jepang Ilustrasi, (StokPic)
Jakarta, CNN Indonesia -- "Ini ada loh kameranya cuma Rp50 ribu. Tadi setumpuk sekarang tinggal dikit gini. Masih bagus kok tapi, ayo beli,”

Begitu seruan seorang penjual kamera analog dari toko deCamera saat CNNIndonesia.com melewati kiosnya di Low Light Bazaar 2017, yang bertempat di Wisma Subud Fatmawati, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/9).


Kamera seharga Rp50 ribu itu bukan mainan. Barang tersebut bisa digunakan untuk mengabadikan momen dalam bentuk gambar, layaknya kamera-kamera pada umumnya. Tapi, seperti kamera yang banyak dijual dalam bazar ini, kamera saku ini merupakan kamera analog yang masih menggunakan film.


Harga kamera bisa murah karena barang itu merupakan produksi lama FujiFilm, salah satu perusahaan fotografi ternama asal Jepang. Kamera ini bertipe Novacam Frizz.

Saat mengunjungi lapak deCamera, memang terlihat tinggal lima Novacam Frizz yang tersisa untuk dibawa pulang. Klaim sang penjual, puluhan kamera serupa telah terjual saat bazar baru dibuka pukul 10.00 WIB.


"Ini sebenarnya kamera mah buat anak-anak. Tapi tadi banyak juga yang beli, kebanyakan perempuan. Sekarang sisa segini. Masih bisa dipakai kok tapi," kata penjual dari lapak deCamera.

"Yang bikin unik lagi, kamera ini lebih mahal dari film-nya haha... Kameranya Rp50 ribu, film-nya Rp70 ribu," lanjutnya sambil terbahak.

Kamera Novacam Frizz sempat mencapai masa jayanya di era pertengahan 1990-an. Ia termasuk dalam kategori kamera analog yang masih menggunakan film berformat 35 milimeter (mm) untuk menggambar cahaya sebelum dicetak dalam lembaran foto.

Tak hanya Novacam Frizz yang bisa ditemui pengunjung bazar bertema kamera analog tersebut. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, beragam jenis dan merk kamera analog lainnya juga dijual di acara itu.

[Gambas:Instagram]

Usai melihat kamera klasik seharga Rp50 ribu, CNNIndonesia.com menyambangi lapak jualan lain yang menawarkan kamera seharga lebih dari motor bebek matik Jepang.

Seakan tidak percaya, ternyata benar ada sebuah kamera analog yang harganya dibanderol seharga Rp25 juta oleh sang penjual. Kamera jenis FujiFilm Xpan itu berada di kios id Camera.

Berharga puluhan juta untuk kamera yang bahkan tak bisa mengirim gambar langsung ke Instagram, sudah pasti kualitasnya sangat mengagumkan.

Harga tinggi disematkan ke Xpan bukan tanpa alasan. Kualitas mesin yang bagus, diiringi langkanya barang, menjadi sebab banyaknya uang harus dikeluarkan untuk memiliki kamera tersebut.

Kopi Darat Pecinta Analog

Bazar yang diselenggarakan sejak 2010 silam itu dikoordinir akun Instagram bernama @JellyPlayGround. Pemilik akun media sosial tersebut, Renaldy Fernando Kusuma, mengatakan mayoritas kamera dan aksesoris yang dijual adalah barang bekas.

"Kondisi jadi kita sudah terima apa yang kita dapat saja risikonya. Kadang kita harus terima, ya kita ga ada garansi kan. Bisa saja terjadi kaya gitu, kalau rusak yaudah," kata Renaldy kepada CNNIndonesia.com

[Gambas:Instagram]

Menurut Renaldy, bazar kamera analog sengaja digelar untuk mempertemukan para penjual dan pembeli yang biasanya bertransaksi di dunia maya. Peserta bazar disebut banyak berasal dari akun-akun instagram yang berkecimpung di urusan jual-beli.

Low Light kerap digelar dua kali selama setahun. Tahun ini sudah dua kali acara tersebut digelar di Jakarta. Renaldy berkata, jika gelaran kali ini sukses, bukan tidak mungkin ada bazar serupa yang dilakukan akhir 2017 nanti.

"Kalau ramai ya nanti saya pertimbangkan untuk buka lagi akhir tahun di luar kota. Pengennya sih ke Bandung," katanya.


Ada 28 kios yang digelar pada Low Light kali ini. Selain kamera analog beragam harga, para penjual juga menjajakan ragam aksesoris, roll film, serta casing.

Pecinta kamera analog tidak hanya bisa membeli barang di bazar tersebut. Penyelenggara juga menyediakan tempat servis untuk melayani pemilik kamera yang kesulitan memperbaiki barangnya.

"Yang jadi masalah itu ketika kamera digital yang servis masih banyak, kamera analog selain orangnya dikit aksesorisnya juga dikit. (Servis) harus dari kamera yang sama dan rusak (dengan cara kanibal) atau beli baru. Sebenernya ini hobi yang mahal juga, tapi orang banyak yang suka," pungkas Renaldy.

Jika ingin berkunjung ke bazar ini, pengunjung harus menyisihkan uang Rp15 ribu untuk mendapat tanda masuk. Sebagai informasi, Low Light akan digelar hingga pukul 21.00 WIB hari ini.