Pantau Tes CPNS, Menkumham Pastikan Tak Ada Kendala Berarti

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 11/09/2017 18:45 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memantau pelaksanaan hari pertama Seleksi Kompetensi Dasar bagi CPNS Kemenkumham di gedung BKN, Jakarta, Senin (11/9). Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memantau pelaksanaan hari pertama Seleksi Kompetensi Dasar di gedung BKN Pusat, Jakarta, Senin (11/9). (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly memantau pelaksanaan hari pertama Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) bagi CPNS Kemenkumham yang berlangsung di gedung BKN, Jakarta Timur, Senin (11/9). Ia memastikan semua kendala yang dihadapi pada tes tahap kedua setelah administrasi ini berjalan tanpa kendala berarti.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pelaksanaan SKD hari pertama sempat mengalami kendala di tiga kota, yakni Bandung, Semarang dan Surabaya. Meski sempat tertunda beberapa waktu, Surabaya tetap melangsungkan tes.

Sementara, Bandung dan Semarang sebelumnya dikabarkan para peserta hari pertama ini akan menjalani tes di hari terakhir. Namun, terjadi perubahan untuk kendala ini. Kemenkumham dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan, tes tetap berlangsung dengan menyiasati peralatan yang ada.


"Dari data yang masuk, saya memantau, ada kendala tapi teratasi dengan baik. Sekarang sudah on going, dan tak merugikan peserta," kata Yasonna di sela-sela pemantauan lokasi SKD di gedung BKN, Jakarta Timur, Senin (11/9). 

Yasonna berkata SKD dengan sistem Computer Assist Test (CAT) yang dijalankan saat ini bertujuan untuk memudahkan Kemenkumham dalam menyeleksi calon pegawainya. Menurutnya, baru kali ini Kemenkumham memiliki suatu pekerjaan besar.

Bagi yang lulus, kata dia, maka standar SDM yang diperlukan akan tercapai dengan baik. 

Pantau Tes CPNS, Menkumham Pastikan Tak Ada Kendala BerartiSuasana Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemenkumha, di gedung BKN, Jakarta, Senin (11/9). (Foto: CNNIndonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Kepala Pusat Pengembangan Sistem Rekruitmen (PPSR), Heri Susilowati mengungkapkan, baik Semarang maupun Bandung waktu pelaksanaan tes tidak jadi diundur seperti rencana awal.

"Jadi tes tetap berjalan, beberapa peserta ada yang kemudian disisipkan ke hari berikutnya," ujarnya. 


Lebih jauh, ia memaparkan, pelaksanaan SKD Semarang yang bertempat di Hotel Setos tetap berjalan meski komputer yang tersedia hanya 200 unit dari rencana awal 700 unit. Di sana, tes tidak berjalan penuh lima sesi, hanya sampai sekitar tiga sesi. Peserta sesi-sesi berikutnya akan tes pada sesi terakhir di hari berikutnya.

"Kalau Bandung di Gedung Istana Kana. Komputer ada 250, jadi hari ini tiga sesi saja," tambah Heri.

Ia mengatakan, kesulitan mencari tempat yang cukup untuk menampung komputer yang jadi kendala. Gedung-gedung umumnya digunakan untuk acara resepsi pernikahan.
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK