5 Buah Tangan Khas Pontianak

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Minggu, 24/09/2017 08:35 WIB
5 Buah Tangan Khas Pontianak Bingke, olahan lidah buaya, hingga kuku macan adalah beberapa jenis buah tangan atau oleh-oleh yang khas dari Pontianak. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Buah tangan menjadi hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja saat bertandang ke luar kota. Biasanya, buah tangan dapat berupa makanan hingga barang-barang yang identik dengan daerah tersebut.

Sama halnya ketika wisawatan mengunjungi Pontianak, Kalimantan Barat. Kota khatulistiwa itu memang memberikan banyak hal yang pastinya akan dirindukan ketika kembali ke daerah asal.

Biasanya, wisawatan akan mengunjungi pusat perbelanjaan oleh-oleh yang berada di Jalan Pattimura. Di sepanjang jalan ini terdapat banyak kios yang menjajakan ragam oleh-oleh, dan bisa ditawar. Di antara buah tangan yang populer di Pontianak, berikut beberapa di antaranya:


1. Bingke

Makanan memang menjadi ciri identik dari satu daerah yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Salah satunya adalah bingke, makanan khas Pontianak tersebut seolah sudah menjadi kewajiban bagi wisatawan untuk membelinya.

Kue yang menyerupai kelopak bunga tersebut memang sudah dikenal sejak lama. Bingke terbuat dari tepung beras, telur, gula, susu, santan, garam dan vanili. Sealin itu terdapat sejumlah rasa yang begitu nikmat di mulut seperti coklat, susu, keju, kentang, kacang hijau, durian, pisang, jagung, labu, nangka dan pandan.

Layaknya agar-agar, bingke memiliki tekstur yang lembut. Dia sendiri dibuat dengan cara dibakar atau dipanggang. Namun kue bingke memang tidak awet terlalu lama. Jika dia tidak disimpan dalam lemari pendingin hanya akan bertahan hingga pukul 24.00 WIB sejak dibeli. Namun apabila bingke dimasukkan dalam lemari pendingin maka akan tahan dalam waktu tiga sampai empat hari.

Harga yang ditawarkan pun tidak terlalu mahal berkisar antara Rp15.000 hingga Rp40.000.Salah satu label Bingke yang terkenal adalah Bingke Al-Fajar yang berdiri sejak 1994 dan berada di Jalan Adi Sucipto. Gerai toko tersebut biasanya buka setiap hari dari pukul 07.00-22.00 WIB. Mereka akan tutup hanya di hari raya umat Islam.

5 Buah Tangan Khas PontianakFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika


2. Olahan lidah buaya


Selain bingke, salah satu yang menjadi ciri khas dari Pontianak adalah lidah buaya. Jenis tanaman aloe vera itu memang menjadi salah satu tanaman yang dirawat oleh para petani untuk dijual.

Beragam olahan lidah buaya tentunya diminati oleh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Pontianak. Olahan lidah buaya tersebut biasanya berupa minuman, manisan yang menyerupai agar-agar, hingga dodol lidah buaya.

Minuman dari lidah buaya biasanya akan lebih nikmat jika disajikan secara dingin atau dengan es batu. Masyarakat Pontianak menilai, minuman lidah buaya dapat meredakan panas dalam.

5 Buah Tangan Khas PontianakFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
3. Kuku macan

Jangan kaget mendengar namanya. Kuku macan bukan berarti kuku milik hewan yang dijual secara illegal. Kuku macan merupakan kerupuk atau emplang yang terbuat dari ikan, tepung tapioca, bawang putih dan aneka bumbu.

Empang memang menjadi salah satu camilan yang tidak boleh dilupakan saat berkunjung ke Pontianak. Penamaan kuku macan itu karena empang tersebut dibuat menyerupai kuku macan.

Rasa dari empang tersebut terasa pas di lidah. Harga yang diberikan pun tidaklah mahal, berkisar Rp15.000. Empang tidak hanya sebagai camilan tetapi dapat dijadikan pelengkap ketika makan makanan berat layaknya kerupuk.

4. Mi talas

Mi talas bukanlah mi yang terbuat dari talas melainkan keripik talas yang bentuknya panjang menyerupai mi. Keripik itu terbuat dari talas, minyak, bawang putih dan bumbu penyedap. Mi talas disajikan dalam aneka rasa seperti barbeque, keju, dan balado. Rasanya gurih dan krispi begitu menggigitnya. Harga yang ditawarkan tidak mahal. Untuk bungkus ukuran kecil hanya diberikan harga Rp8.000.

5 Buah Tangan Khas PontianakFoto: CNN Indonesia/Hesti Rika
5. Aksesori ukiran Dayak

Rasanya sudah biasa jika seseorang membeli gantungan kunci dengan gambar yang menjadi ciri khas dari daerah tertentu. Aksesori bisa menjadi salah satu alternatif yang seru untuk dijadikan sebagai buah tangan.

Motif khas Dayak tentu menjadi hal yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Wisawatan dapat membeli sejumlah aksesori seperti gelang, kalung dan dompet bermotif khas Dayak di pusat oleh-oleh Jalan Patimura di Pontianak.

Harga yang ditawarkan relatif mahal maka itu wisawatan perlu menawar sebelum membeli. Selain aksesori, terdapat kain tenun dengan motif Dayak, daster motif Dayak, kemeja bermotif Dayak hingga celana panjang motif Dayak. Terdapat juga sejumlah pajangan yang biasanya nampak di rumah-rumah adat masyarakat Dayak.

Selain itu, terdapat juga rompi dan topi yang terbuat dari kulit kayu. Gelang pun ada yang terbuat dari kayu dan akar kayu. Gerai yang menjual aksesori tersebut dapat ditemui di sepanjang jalan pusat oleh-oleh.