Lima Bar Legendaris Jakarta yang Tergerus Masa

Rizky Sekar Afrisia, CNN Indonesia | Senin, 25/01/2016 08:56 WIB
Ilustrasi bar. (REUTERS/Darren Whiteside)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada ruang kosong yang bagi sebagian orang yang tahu persis sejarahnya, terasa hampa di lantai dua Tugu Kuntskring Paleis, Menteng, Jakarta. Di salah satu sisi dindingnya, dahulu terdapat patung Buddha yang tengah bersemedi. Warnanya emas. Tingginya sekitar empat meter.

Sejak 2010, patung itu tak lagi bisa dilihat di Tugu Kuntskring Paleis, yang dahulu dikenal sebagai Buddha Bar. Sang patung pun disumbangkan ke sebuah vihara di Jawa Tengah sekitar 2011. Kini, salah satu dinding ruangan yang berubah menjadi restoran sekaligus tempat pertunjukan itu, dihiasi lukisan.

Buddha Bar termasuk salah satu bar legendaris di Jakarta, kota metropolitan yang tak pernah tidur ini, tapi kini tak bisa dikunjungi lagi. Isu yang berkaitan dengan agama membuatnya ditutup. Pencinta hiburan malam di Jakarta boleh "move on," tapi kenangan Buddha Bar tak pernah bisa dilupakan.


Begitu pula dengan memori adanya tempat berdansa mendengarkan musik, sekaligus bermain sepatu roda di kawasan Blok M. Lipstick, nama tempat itu, sangat populer di kalangan anak muda Jakarta sekitar 1980-an. Blok M sendiri dikenal lokasi paling gaul di Jakarta Selatan.

Menjamur bar dan diskotek yang banyak dikunjungi ekspatriat kala itu. Sementara remaja-remaja lokal, saling pamer busana dan kendaraan di sepanjang Melawai. Penyanyi-penyanyi legendaris mengabadikannya dalam lirik lagu.

Sebaran tempat hiburan malam di Jakarta dahulu mungkin memang tidak sesporadis sekarang. Namun mereka itu termasuk saksi bagaimana Ibu Kota bersolek dari masa ke masa. Berikut bar-bar di Jakarta yang sangat populer di masanya, namun sekarang harus "tutup usia." (rsa/rsa)
1 dari 6