Dilansir dari Digital Trends, sebuah hotel bernama Segera Retreat di Laikipia, Kenya, didesain seperti sarang burung: berbahan jerami dan kayu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamar-kamar di hotel “sarang burung” ini dirancang seperti rumah panggung berwarna bulat. Ada tangga untuk naik ke kamar dan ke balkon.
Seluruh ruangannya dilapisi kaca, sehingga tamu bisa melihat pemandangan sekitar sampai menatap bintang di malam hari.
Pemandangannya bukan hanya pepohonan, karena beragam binatang liar khas Afrika, seperti gajah dan jerapah terlihat bisa terlihat dari kamar.
[Gambas:Instagram]
Daniel Pouzet merupakan arsitek di balik rancangan hotel “sarang burung” ini.
Untuk bisa menginap di kamar Segera Retreat, tamu perlu merogoh kocek sebesar US$1.200 per orang. Tapi percayalah, harga yang tak murah memberikan pengalaman bermalam yang tidak akan terlupakan.
[Gambas:Instagram]
Segera Retreat bukanlah hotel satu-satunya yang memiliki konsep “kamar di luar ruangan”.
Null Stern Hotel juga memiliki konsep yang sama, bahkan lebih ekstrem, karena kamarnya tak berdinding dan tak beratap, sehingga tamu bisa lebih puas memandangi Pegunungan Alpen di sekitarnya.
(ard)