Waspada Kanker Serviks, Kemenpora Gelar Pemeriksaan Gratis

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 22:11 WIB
Waspada Kanker Serviks, Kemenpora Gelar Pemeriksaan Gratis Kanker serviks dan payudara memang masih menjadi momok penyakit yang menakutkan bagi perempuan. Penyakit ini bahkan menjadi pembunuh nomor satu bagi perempuan Indonesia.(Foto: Dok. Kemenpora)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanker serviks dan payudara memang masih menjadi momok penyakit yang menakutkan bagi perempuan. Penyakit ini bahkan menjadi pembunuh nomor satu bagi perempuan Indonesia.

Satu masalah yang kerap terjadi adalah masih marak perempuan yang tak sadar dan tak paham soal gejala awal kanker. Akibatnya, sekitar 70 persen penyakit kanker serviks dan payudara sudah terdeteksi di stadium lanjut.

Berangkat dari data dan juga keprihatinan dari Ibu Negara Iriana Joko Widodo atas semakin banyaknya penderita kanker payudara dan kanker serviks, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenpora menyelenggarakan program pemeriksaan kanker serviks dan payudara (Iva dan Sadanis).



"Kegiatan DWP Kemenpora ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ibu Negara atas keprihatinannya terhadap peningkatan risiko kanker serviks dan payudara wanita Indonesia," kata Penasehat DWP Shobibah Rohmah dalam pernyataannya yang diterima CNNIndonesia.com.

"Hal ini menjadi prioritas program OASE (Organisasi Aksi Solidaritas Era) Kabinet Kerja, organisasi para istri Menteri Kabinet Kerja."

Acara pemeriksaan kanker payudara dan kanker serviks Kemenpora di Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON), Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (31/10).


Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran wanita Indonesia supaya waspada deteksi dini agar terhindar dari kanker serviks dan payudara.

"Kegiatan ini sangat penting dan saya harap RSON bisa rutin ada pemeriksaan gratis satu bulan sekali membantu para istri ASN Kemenpora, karyawati, dan masyarakat sekitar, agar sejak dini sudah dapat terdeteksi, jangan sampai ketahuan sudah stadium lanjut sehingga relatif sulit disembuhkan."

Antusiasme peserta untuk memeriksakan diri mereka ternyata sangat tinggi. Panitia Penyelenggara, Nurhidayah Amar,  mengungkapkan peserta membludak sehingga melebihi target awal yakni sekitar 300 orang. (chs)