LANCONG SEMALAM

Mengembara dalam 'Fatamorgana' Dubai

Prima Gumilang, CNN Indonesia | Minggu, 05/11/2017 12:17 WIB
Dubai tak melulu gurun pasir. Ada banyak objek wisata kekinian yang bisa dijelajahi di sana, bahkan hanya dalam waktu semalaman. Dubai tak melulu gurun pasir. Ada banyak objek wisata kekinian yang bisa dijelajahi di sana, bahkan hanya dalam waktu semalaman. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)
Dubai, CNN Indonesia -- Hamparan gurun pasir yang gersang adalah panorama yang tampak saat saya masih berada di udara. Pesawat Emirates yang membawa saya dan rombongan dari Jakarta segera mendarat di Dubai, kota terbesar di Uni Emirat Arab (UEA) setelah Abu Dhabi.

Usai menempuh perjalanan selama delapan jam, akhirnya saya menjejakkan kaki di Bandara Internasional Dubai. Kesan kegersangan itu berubah. Bak fatamorgana yang jadi kenyataan, pemandangan kota modern nan mewah memanjakan mata di siang yang cerah.

Aktivitas bandara seolah tak pernah berhenti, seperti jarum jam Rolex yang dipajang di setiap sudut dindingnya. Bandara itu tercatat sebagai airport paling sibuk di dunia untuk penerbangan internasional pada tahun lalu.


Beragam fasilitas tersedia di bandara yang menjadi markas utama Emirates Airlines. Koneksi Wi-Fi mudah diakses, kursi tidur tersedia di beberapa titik, terminal pengisian baterai laptop dan kereta dorong bayi juga sudah ada. Ratusan toko menjual aneka barang, memberi kesan pengunjung berada di sebuah mal besar.

Usai pemeriksaan imigrasi yang begitu ketat di bandara, saya dan rombongan segera bertolak ke tengah kota. Gedung-gedung pencakar langit langsung menyambut.

Jalan raya tertata rapi dengan lalu lintas kendaraan bergerak tertib. Papan-papan iklan berdiri di sepanjang bulevar.

Mobil mewah kelas dunia berseliweran di mana-mana. Kendaraan pribadi menjadi transportasi utama di Emirat ini. Sesekali pengendara sepeda motor berkapasitas mesin tinggi melintas. Namun nyaris tidak menemui kendaraan butut berjalan di tengah kota.

Kereta metro tanpa sopir berkelebatan mondar-mandir. Dubai Metro, salah satu transportasi umum terbilang murah dan mudah diakses di seluruh destinasi utama. Harga tiketnya bervariasi. Kereta itu terbentang di sepanjang 75 kilometer.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiPadang pasir di Dubai yang sudah disulap jadi kawasan modern. Ini pemandangan di Pantai Jumeirah. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Dubai Metro beroperasi di bawah kendali Roads and Transport Authority (RTA). Selain metro, ada pula bus kota dan abra (perahu). Para turis bisa berhemat menggunakan seluruh transportasi umum itu dengan paket RTA, Satu Hari di Dubai.

Di sebagian sudut jalan, taman berumput tipis dibangun dengan beberapa pohon palem. Seolah keberadaannya berusaha mengimbangi hutan beton di kota itu.

Dubai terletak di sepanjang pantai selatan Teluk Persia di jazirah Arab. Kota ini terletak langsung di Gurun Arabia. Sebagian lanskap Dubai dipenuhi pola gurun berpasir. Berbeda dengan bagian selatan UEA yang didominasi gurun berminyak.

Emirat ini berbatasan dengan Abu Dhabi di bagian selatan, Sharjah di timur laut, dan Oman di tenggara. Sementara eksklave kecil Emirat, Hatta, dikelilingi oleh Oman dan Ajman di barat, dan Ras Al Khaimah di utara.

Dubai beriklim sub tropis dan gersang. Di kota ini, hujan jarang turun. Biasanya di musim dingin antara Desember hingga Maret.

Saat musim dingin, suhu udara berkisar 10 derajat Celcius pada malam hari hingga 30 derajat Celcius di siang hari. Namun pada umumnya, sepanjang musim dingin suhu terasa hangat. Inilah waktu yang cocok untuk melancong ke Dubai dan beraktivitas di luar ruangan.

Namun udara di musim kemarau bisa sangat panas dan lembab. Antara Juli dan September, suhu bisa mencapai 48 Celcius. Beruntung, orang-orang bisa berlindung dari panas itu karena banyak bangunan dan mobil ber-AC, atau juga berenang di kolam yang dingin.

Dubai adalah salah satu kota kosmopolitan dan multikultural di dunia. Mayoritas penduduknya adalah pendatang dari India, Bangladesh, Pakistan, dan Eropa untuk mencari kerja. Sementara penduduk lokal yang disebut Emiratis hanya berkisar tak lebih dari 20 persen.

Meskipun bahasa resmi UEA adalah Bahasa Arab, namun Bahasa Inggris paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari di Dubai. Hal ini memudahkan turis berkomunikasi di kota.

Keamanan pengunjung dan penduduk menjadi perhatian penting bagi pemerintah setempat dalam memajukan stabilitas. Dubai diklaim termasuk dalam 20 besar kota teraman versi Aon Hewitt.

Di kota mayoritas Muslim ini, alkohol masih tersedia di hotel, resor, dan restoran berlisensi bagi orang dewasa non-Muslim. Namun pemerintah Dubai tidak memberi toleransi bagi mereka yang dianggap menggangu orang lain, baik di bawah pengaruh alkohol atau tidak.

Warga dan turis diminta menghormati fakta bahwa UEA adalah negara Muslim. Karena itu, disarankan berpakaian sederhana yang menutupi sebagian besar anggota badan, bahu dan lutut saat di pusat perbelanjaan, restoran, taman, maupun di depan umum.

Wanita tidak diharuskan memakai jilbab, kecuali saat berkunjung ke masjid. Sementara pakaian renang hanya dikenakan di pantai dan di sekitar kolam renang hotel. Bermesraan di depan umum akan dikenakan pelanggaran.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiDri atas Burj Khalifa, pemandangan modern Dubai tampak lebih nyata. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Bagi turis yang baru pertama kali melancong ke Dubai, perhatian mereka akan tertuju pada gedung-gedung besar yang dibangun untuk mengungguli rekor dunia. Kota ini dibangun dengan visi utama sebagai tujuan wisata terkemuka di dunia sekaligus pusat komersial.

Dubai adalah rumah bagi gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Pusat perbelanjaan terbesar di dunia, The Dubai Mall. Pulau buatan (reklamasi) terbesar di dunia, The Palm Jumeirah. Juga berbagai destinasi wisata lain yang sengaja didesain untuk menjadi yang terbesar di dunia.

Kota terpadat di UEA ini memiliki reputasi pembangunan gedung pencakar langit yang futuristik. Mereka berhasil mengubah wilayah berpasir menjadi kota maju di bidang arsitektur, terutama pencakar langit bernama Burj Khalifa.

Terlebih, Uni Emirat Arab juga tengah membangun The Tower di Dubai, yang akan berdiri lebih tinggi dari Burj Khalifa. Rencananya, gedung itu akan selesai sebelum Expo 2020, pameran perdagangan internasional di kota itu.

Dubai menampilkan kemewahannya, dengan pencakar langit yang mengubah cakrawala.

08.00 - Sarapan ala California-Arab di Delphine

Saya dan rombongan menginap di The H Dubai, hotel berbintang lima di Sheikh Zayed Road. Wilayah itu merupakan pintu gerbang ke kota paling dinamis di Timur Tengah, tempat di mana penginapan kelas dunia, restoran yang menyajikan makanan lezat, dan hiburan malam menyatu.

Pagi itu, saya menikmati menu kombinasi makanan Timur Tengah dan Barat, di Delphine Restaurant. Restoran ini mengombinasikan hidangan California dan Arab. Saya mencoba menu Smoked Salmon, Beef Mortadella, Chicken Sausage, dan Turkey Ham.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiMenu makanan yang tersaji di The H Dubai. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Restoran itu berada di lantai dasar, tak jauh dari ruang lobi utama. Sofa krem dan kursi hitam yang nyaman berbaur mulus dengan lantai kayu. Meja makan berdinding hitam dengan cahaya temaram memberi kesan suasana hangat namun ramai pengunjung.

Hampir sepanjang restoran tampak dapur terbuka di mana para koki dengan berbagai spesialisasi menyiapkan hidangan internasional. Berdekatan dengan dapur terbuka itu, meja prasmanan yang dinamis menyajikan berbagai menu sarapan organik.

09.00 - Mencakar Langit dari Burj Khalifa

Pengembaraan pertama saya dimulai dengan mengunjungi gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Bangunan yang puncaknya menembus awan ini menjadi daya tarik terbesar di Dubai. Inilah landmark kota yang menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara.

Menara ini memiliki tinggi lebih dari 828 meter, tiga kali lebih tinggi dari menara Eiffel. Ketinggiannya yang mencapai 160 lantai itu berisi hotel, apartemen, hingga perkantoran. Burj Khalifa memiliki ribuan unit apartemen berbagai tipe. Investor asal India paling banyak membeli unit apartemen di gedung itu.

Burj Khalifa tidak hanya memecahkan rekor gedung tertinggi di dunia, tapi juga bangunan berstruktur bebas atau tanpa penyangga tertinggi di dunia, lantai tertinggi yang dihuni manusia, dek observasi outdoor tertinggi di dunia, serta lift berjarak jauh di dunia.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiPengunjung memandangi Dubai dari ketinggian Burj Khalifa. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Pintu masuk menara ini masih satu lokasi dengan The Dubai Mall. Antrean di pintu masuk mengular. Ribuan orang setiap hari berebut mendapatkan tiket untuk mencapai At The Top Burj Khalifa.

Untuk menikmati pemandangan di atas menara, turis harus menyesuaikan waktu yang tertera di tiket. Bangunan ini memiliki 54 lift dengan kecepatan 60 kilometer per jam.

Selama perjalanan menuju lift yang akan mengantar ke atas, pengunjung disuguhkan foto dan diorama tentang sejarah pembangunan Burj Khalifa. Gedung ini mulai dibangun sejak 2004. Pengerjaannya baru selesai dan diresmikan pada 2010. Sekitar 12.000 pekerja dilibatkan untuk menyelesaikan konstruksinya.

Bangunan ini dirancang oleh perusahaan asal Korea Selatan, Samsung Engineering Construction. Desain bangunan mengadaptasi bentuk bunga hymenocallis dari Yunani. Sementara pembangunannya dilaksanakan oleh raksasa real estat UEA, Emaar Properties.

Petugas lift juga bercerita singkat soal asal nama gedung pencakar langit tertinggi di dunia ini.

Awalnya bangunan ini bernama Burj Dubai. Namun diganti menjadi Burj Khalifa untuk menghormati Sheikh Khalifa bin Zayed al Nahyan, penguasa Abu Dhabi yang dianggap telah menyelamatkan Dubai dari krisis 2009. Pembangunan Burj Khalifa menghabiskan biaya sekitar US$1,5 miliar.

Tiba giliran, pengunjung akan diantar langsung ke lantai 124. Tempat para pelancong menikmati udara terbuka di dek observatorium. Lantai ini berada di ketinggian 496 meter.

Hanya butuh waktu satu menit ke tujuan, lift bergerak dengan kecepatan 10 meter per detik. Lift-lift di Burj Khalifa memegang rekor dunia sebagai lift tercepat dan jarak perjalanan terpanjang di dunia.

Di dalam lift, tata cahaya dan pengaturan suara diatur untuk menjelaskan sejarah gedung tersebut. Semua itu memberi kesan selama perjalanan ke atas, sambil menyaksikan angka di dinding lift yang terus bergerak cepat hingga berhenti di nomor 124.

Inilah ruang bernama At The Top Burj Khalifa. Di lantai ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan kota dari dek outdoor tertinggi di dunia. Jajaran gedung dan bangunan yang ada di sekitarnya tampak kecil di pandang dari lantai ini.

Para pengunjung tak akan menyiakan waktu untuk swafoto. Kebanyakan mereka berdiri atau duduk bersandar di dinding kaca dengan latar belakang lanskap kota dikepung gedung bertingkat.

Tak ingin ketinggalan, saya juga pindah ke lantai 125. Cukup naik tangga untuk menuju ke sana. Ini adalah lantai tertinggi bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati At The Top Burj Khalifa.

Pengunjung bisa berkeliling di observatorium indoor yang melingkar 360 derajat. Di beberapa titik tersedia alat pemindai untuk meneropong kota dengan jarak jauh. Bahkan saya sempat meneropong Burj Al-Arab yang berada di pulau buatan.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiPemandangan dari lantai 124 Top Burj Khalifa. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Di sudut lain, beberapa kursi bergelantungan menghadap dinding kaca. Kursi itu tak pernah sepi dari pengunjung yang ingin berfoto sambil menikmati pemandangan Kota Dubai dari ketinggian.

Banyak pula pengunjung yang terpikat membeli suvenir di toko yang berada di lantai 124 maupun 125. Mulai dari gantungan kunci, botol minuman, hingga tas, semua bertuliskan At The Top Burj Khalifa.

Puas berfoto ria, saya akhirnya turun dari lantai 125. Antrean panjang sudah menunggu di depan lift. Namun rasa lelah mengantre bukan kendala berarti ketika kita sudah berada di atas gedung tertinggi di dunia.

11.00 - Akuarium Raksasa di Mal Terbesar Dunia

The Dubai Mall masih satu kawasan dengan Burj Khalifa. Pertama kali memasuki The Dubai Mall, saya langsung membayangkan melihat luasnya yang mencapai 13 juta kaki persegi. Rasanya tidak mungkin berkeliling dalam satu hari di mal terbesar di dunia ini.

Mal itu dilengkapi 1.200 toko. Tapi jangan khawatir, bagian informasi cukup membantu menunjukkan arah lokasi toko yang akan Anda kunjungi. Selain itu, brosur berisi berbagai jenis barang dan nama toko juga membantu para pecinta belanja untuk memburu barang belanjaan.

Dubai surga berbelanja, sampai pada titik di mana memiliki festival yang didedikasikan untuk seni makan, dalam bentuk Dubai Shopping Festival.

Bukan hanya menyediakan tempat berbelanja, pihak pengelola juga menawarkan hiburan bagi para pengunjung. Mulai dari akuarium terbesar di dunia, ice skating, atrium waterfront, Dubai Fountain, dan pemandangan menara Burj Khalifa.

Saya hanya sempat ke beberapa tempat karena keterbatasan waktu, salah satunya Dubai Aquarium dan Underwater Zoo. Para pengunjung mal bisa menikmati keindahan segala jenis ikan dari satu sisi dinding mal tersebut.

Mengembara di 'Fatamorgana' Dubai'Sea World' ala Dubai yang serba besar dan luas. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Di bawah terowongan akuarium, seolah kita melihat kehidupan dalam laut. Ikan hiu dan pari kerap melintas di akuarium raksasa yang airnya jernih kebiruan.

Salah satu pertunjukan yang sayang untuk dilewatkan saat mengunjungi The Dubai Mall adalah Dubai Fountain. Pertunjukan air mancur yang menari-nari mengiringi irama musik ini berada di danau Burj Khalifa.

Dubai Fountain adalah pertunjukan air mancur menari terbesar di dunia. Semprotan airnya berkekuatan hingga setinggi 150 meter dengan panjang 275 meter. Air mancur ini bersumber dari lima lingkaran dengan ukuran yang berbeda.

13.00 - Menyantap Levantine di Olea

Kami makan siang di Olea, salah satu restoran spektakuler di Kempinski Hotel Mall of the Emirates. Olea menyajikan masakan ala Levantine yang paling otentik.

Restoran ini menawarkan koki Levant berpengetahuan luas yang menerapkan metode memasak tradisional dan menyajikan hidangan khas di sisi meja.

[Gambas:Instagram]

Selera, bahan, dan aroma otentik dari masakan rumah Levant dan tampilan serta nuansa restoran Arab modern kontemporer yang ramah. Pengunjung bisa menikmati masakan Levantine yang otentik di Olea setiap Kamis pada The Levantine Linner.

Restoran ini cocok untuk keluarga, buffet, ala carte. Ruang makan indoor berkapasitas 148 orang, sementara outdoor mampu menampung 44 orang.

14.00 - Bermain Ski di Kota Gurun

Siapa yang menyangka di tengah kota yang dikelilingi gurun pasir terdapat atraksi bermain ski. Hamparan salju putih menjadi pemandangan utama ketika saya masih berada di dalam Mall of the Emirates. Kami segera bersiap mengenakan pakaian musim dingin untuk berseluncur.

Ski Dubai adalah resor ski dalam ruangan pertama yang dibuka di Timur Tengah. Wahana theme parks ini dilengkapi gunung kecil, lereng-lereng dengan kecuraman bervariasi, area seluncur, gua es, sekelompok penguin salju, dan kafe alpine untuk menyeruput cokelat panas di bawah suhu minus empat derajat Celsius.

[Gambas:Instagram]

Dengan luas area 22.500 meter persegi, Ski Dubai menyajikan sejumlah atraksi seperti Snowboard Area, Snowball Shooting Range, Ski Slopes, Bobsleds, Flying Fox, dan berbagai aktivitas yang menantang adrenalin.

Saya mencoba Tubing, aktivitas meluncur menggunakan ban berukuran besar. Selain itu, keseruan menikmati Snowball juga tak terlewatkan ketika saya masuk ke bola raksasa sebelum menggelinding ke turunan yang cukup tajam.

Atraksi yang lebih menantang adrenalin adalah naik gondola, kabin terbuka pada kereta gantung. Bagi mereka yang takut ketinggian, sepertinya atraksi ini tidak cocok. Namun jika Anda penasaran mengunjungi tempat tertinggi di Ski Dubai, silakan mencoba gondola yang bergerak perlahan itu.

16.00 - Mengantar Senja di Padang Pasir

Usai menggigil di tengah hamparan salju, kini saatnya menikmati sensasi kehangatan padang pasir yang tandus. Ya, Desert Safari. Inilah tujuan wisata utama di Dubai yang paling saya nantikan. Eksotis dan orisinal dari Timur Tengah.

Land Cruiser putih model baru yang menjemput kami langsung mengantar rombongan menikmati pengalaman di bukit pasir. Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit berkendara dari tengah kota, kami tiba di perhentian pertama yaitu titik deflasi.

Di lokasi ini, sebagian tekanan udara ban dibuang agar mobil lebih mudah menyusuri gurun. Sembari menunggu wisatawan yang lain tiba, kami diberi kesempatan keluar dari mobil. Pengalaman menginjak padang pasir yang lembut untuk pertama kali makin menambah sensasi. Momen itu tak boleh terlewati tanpa berfoto ria.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiGurun pasir tetap jadi objek wisata utama di Dubai. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Namun safari padang pasir tidak berhenti di sana. Petualangan yang sesungguhnya justru baru dimulai. Mobil kami berisi tiga penumpang asal Indonesia, dan seorang pemuda asal India yang bertugas sebagai sopir. Sabuk pengaman kami kencangkan. Kaca jendela tertutup rapat. Sopir mulai tancap gas, dan mobil pun berlari kencang. Wuzzz...

Berbagai manuver dicoba. Mobil mendaki bukit tertinggi, kemudian turun mendadak. Berulang kali sopir mengemudi dengan caranya yang ekstrem. Tak jarang mobil menuruni bukit dengan posisi miring, bahkan menukik tajam dengan tingkat kecuraman mencapai 45 derajat. Butiran pasir gurun pun bersibaran di jendela kaca mobil.

Suasana di dalam mobil jadi tak keruan. Kami seperti menaiki roller coaster di tengah padang pasir. Pengalaman off-road ini memacu adrenalin hingga membuat kami berteriak lepas. Terlebih saat four-wheel drive menyisir tepi bukit pasir hingga berada di posisi hampir 90 derajat. Rasanya mobil yang kami tumpangi nyaris terguling.

Namun kelincahan tangan sopir mengendalikan setir, mengatur persneling, memainkan gas dan rem membuat saya cukup tenang dalam suasana yang menegangkan. Kami percaya pengemudi kami dapat diandalkan. Rasa takut pun perlahan hilang, berubah girang dan berharap sopir mengulang adegan yang lebih menantang.

Saya melihat mobil lain juga melakukan atraksi yang sama serunya. Di puncak off-road, kami sempat berhenti di tengah-tengah gurun untuk menikmati pemandangan padang pasir yang menakjubkan.

Perjalanan menyusuri bukit pasir yang curam ini bisa membuat penumpang mual atau bahkan muntah-muntah. Kejadian ini terjadi pada penumpang mobil lain dari rombongan kami.

Setelah menikmati atraksi sekitar 45 menit, kami menuju peternakan unta di tengah gurun. Di lokasi ini, para wisatawan berkesempatan memberi makan unta atau sekadar mengabadikan gambar di peternakan. Tak lama kemudian, kami diajak menuju lahan perkemahan.

Hari mulai senja ketika kami tiba di kamp. Empat ekor unta dilengkapi sadel di punggung sedang bersimpuh di depan pintu masuk, seolah menyambut kehadiran kami. Kamp dikelilingi bangunan berdinding bambu dan beratap rumbai.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiJangan lupa menyicipi naik unta di gurun pasir Dubai. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Di tengah kamp, sepetak lantai berbentuk persegi dibangun permanen untuk panggung pertunjukan. Kamp itu juga dilengkapi berbagai kegiatan seperti melukis tangan, mencoba pakaian khas Arab untuk berfoto, atau membopong elang yang memesona, burung nasional simbol UEA.

Para turis juga diberi kesempatan untuk berselancar dengan ski pasir, atau menjajal quad bike bagi yang suka petualangan. Banyak pula pengunjung yang mengantre menunggang unta untuk berkeliling di depan area perkemahan. Berbagai cendera mata ikut dijajakan para pedagang yang berasal dari berbagai negara, termasuk Filipina.

Area ini tampak seperti kampung sederhana yang mempertahankan kebudayaan setempat. Sebuah gambaran tentang lingkungan tradisional yang tersembunyi jauh dari jajaran gedung pencakar langit di tengah kota Dubai.

18.00 - Tarian Perut di Kampung Buatan

Cuaca sore itu begitu cerah di Dubai Desert Conservation Reserve. Hamparan pasir seluas 225 km itu tampak tak bertepi. Ini adalah padang pasir konservasi pertama dan terluas di UAE. Tak sembarang orang boleh melintasi gurun yang dilindungi itu.

Matahari perlahan tenggelam di ufuk barat. Angin gurun terasa sejuk dari atas bukit. Saat langit mulai gelap, seorang pria berbadan kekar menarik perhatian dari tepi panggung pertunjukan.

Dia memulai atraksi bermain api, diiringi dentuman musik berirama cepat. Pertunjukan berikutnya adalah Sufi Dance, tari khas Timur Tengah lengkap dengan aksesorinya.

Mengembara di 'Fatamorgana' DubaiTari perut jadi atraksi menarik di Dubai. (CNN Indonesia/Prima Gumilang)

Begitu tarian selesai, pesta pun dimulai. Deretan buffet telah diisi hidangan khas padang pasir. Orang-orang segera membentuk barisan untuk mengambil berbagai makanan yang tersedia, seperti lamb chop, falafel, hummus, nasi biryani, serta buah dan sayuran. Kami menyantap di bawah kamp yang dikelilingi meja dan alas duduk lesehan.

Awalnya saya berpikir acara telah berakhir usai makan malam. Namun ternyata musik kembali menyala. Pengelola wisata kini menampilkan pertunjukan terakhirnya yaitu tari perut atau Belly Dance.

Seorang perempuan berparas Arab menari dengan busana eksotis. Sontak, para pengunjung berkumpul kembali ke panggung pertunjukan. Penari itu beberapa kali menghampiri pengunjung yang duduk di pinggiran panggung. Beberapa pria berusaha menggodanya.

Tarian perut selesai, pesta pun berakhir. Beberapa lampu kemah dimatikan, suasana menjadi gelap. Namun cahaya lampu menyorot ke salah satu sisi bukit perkemahan.

Itulah cara pengelola tur mengalihkan perhatian wisatawan. Di titik ini, seorang pria berserban menarik unta yang berbaris di atas bukit. Di bawah bintang-bintang yang menghiasi langit, penggembala dan untanya kemudian pergi ke balik bukit.

Momen itu sebagai tanda perpisahan. Para turis satu per satu ikut meninggalkan area perkemahan. Padang pasir kembali sunyi seperti sedia kala. Mobil yang saya tumpangi telah menunggu dari balik gerbang.

21.00 - Bermalam di The H Dubai

Saya dan rombongan kembali ke tengah kota yang sibuk. Kemacetan lalu lintas langsung menyapa di tengah perjalanan menuju hotel pada Rabu malam itu. Setelah seharian keliling Dubai, kini saatnya merebahkan diri di The H Dubai.

Hotel ini didesain dengan dekorasi yang terinspirasi bangunan Arab kontemporer. Setiap kamar dirancang serius dengan perabotan mewah dan jendela setinggi langit-langit. Penghuni kamar bisa langsung menikmati pemandangan ke kota Dubai.

[Gambas:Video CNN]

(ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK