Penumpang yang Memilih Duduk Dekat Jendela Cenderung Egois

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Selasa, 31/10/2017 19:33 WIB
Penumpang yang Memilih Duduk Dekat Jendela Cenderung Egois Ilustrasi. (Dok. Freeuse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penumpang yang memilih duduk dekat jendela dalam penerbangan cenderung egois, sementara penumpang yang memilih duduk dekat lorong lebih periang, seperti yang terungkap dalam studi terbaru kelompok psikolog dari Harley Street’s Private Therapy Clinic.

Dalam studi tersebut dijelaskan bahwa penumpang yang memilih duduk dekat jendela berarti ingin mendapatkan privasi lebih selama penerbangan, mulai dari pemandangan sampai kenyamanan bersandar. Sikap itu merujuk pada kecenderungan egois.


Sedangkan penumpang yang memilih duduk dekat lorong berarti tidak keberatan untuk berdiri jika penumpang di sebelahnya ingin ke kamar mandi dan tidak keberatan jika diajak berbincang oleh penumpang lainnya. Sikap ini merujuk dengan kecenderungan periang.


“Bisa dibilang, penumpang yang memilih duduk dekat jendela lebih mudah tersinggung,” kata psikolog yang memimpin penelitian ini, Dr. Becky Spelman, seperti yang dilansir dari The Telegraph.


“Mereka juga cenderung tidak ingin bersosialisasi selama penerbangan berlangsung,” lanjutnya.

Psikolog lain yang ikut dalam penelitian ini, Jo Hemmings, juga mengatakan hal yang senada.

“Penumpang yang memilih duduk dekat lorong lebih mudah bersosialisasi dan mudah diatur. Mereka juga mudah beradaptasi dengan suasana selama penerbangan,” ujar Hemmings.

Pemilihan bangku dalam kabin pesawat pun dipengaruhi dengan kebiasaan seorang penumpang melakukan penerbangan dalam hidupnya.

Dari survei yang dilakukan Quartz pada 2014 disebutkan bahwa penumpang yang sudah sering melakukan penerbangan cenderung memilih bangku dekat lorong, karena merasa area tersebut lebih luas.

Meski demikian, survei tersebut menyebutkan bahwa sebagian besar penumpang pesawat masih memilih untuk duduk di dekat jendela selama penerbangan.

(ard)