Predikat 'basah' dan 'kering' disematkan berkat efek yang ditimbulkan pada luka. Namun, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes Rumah Sakit Pondok Indah, Wismandari Wisnu mengatakan keduanya sama-sama luka yang dialami penderita diabetes, tapi basah dan kering bukanlah tipe diabetes.
"Penderita diabetes kemudian timbul luka memang cenderung basah, tapi yang kering juga merupakan luka," katanya saat diskusi media di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (7/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Operasi jadi jalan keluar untuk membuang jaringan mati sampai muncul daerah sehat yang ditandai dengan warna merah," lanjutnya.
Sedangkan pada luka kering ditandai dengan kulit yang menghitam dan kering tanpa luka. Wismandari berkata, hal ini disebabkan aliran darah yang ke arah luka menyempit bahkan tidak ada aliran darah sama sekali. Akibatnya, terdapat jaringan yang mati.
"Jaringannya sudah mati, jadi harus dibuang sesuai luasnya luka, bisa juga amputasi," tambahnya.
"Tipe lain ini diabetes yang tipenya tidak masuk di tiga jenis diabetes lain. Faktornya ada banyak, misal seseorang sakit lupus dan mengharuskan ia minum obat teroid. Obat ini memang bakal menaikkan gula darah," jelasnya. (rah)