Panoramanya bisa membuat Anda berdecak kagum. Bukan hanya menikmati sensasi segarnya air terjun lima tingkat, kolam-kolamnya pun besar. Inilah yang membuat alirannya tak pernah berhenti meski musim kemarau.
"Masih belum percaya air terjun Resun indah? Googling aja deh, pasti terpukau,” Kata kadispar kabupaten Lingga, M Ishak, Senin (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua masih sangat alami. Hutannya juga masih terjaga. Ini tempat yang pas untuk bersantai atau pun berswafoto ria," kata Ishak.
Air terjun Resun merupakan salah satu dari belasan air terjun di pulau Lingga. Pulau yang menawarkan berjuta pesona tersebut memang memiliki paket lengkap. Dari mulai pantai yang indah, terumbu karangnya yang eksotik, gunung dan hutan yang menantang, sampai budaya serta sejarahnya yang luar biasa.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti juga menyatakan Lingga super-keren. Destinasinya memiliki keindahan alam, budaya serta sejarah yang luar biasa.
"Lingga itu paket all in one. Semua yang indah ada di sana. Apa lagi tanggal 19 - 22 November ini ada Festival Gunung Daik di Lingga. Itu waktu yang pas buat berkunjung ke sana" ujar Esthy.
Menteri Pariwisiata Arief Yahya mengatakan, Lingga punya atraksi yang bagus, untuk alam, petualangan, dan juga budaya. Bagi anak-anak kekinian, Lingga juga surga fotografer dengan air terjun yang jernih di tengah hutan yang hijau asri.
Tentu tugas bupati dan gubernurnya adalah membangun 3A agar berkelas dunia. Atraksi sudah kaya, tinggal bagaimana Akses dan Amenitasnya.
“Arahnya harus menuju Wisata Berkesinambungan. Rumusnya ECE, atau environment (lingkungan), community (komunitas) dan economic (keekonomisan). Environment harus dilestarikan, masyarakat atau community harus diberdayakan, ujungnya adalah kesejahteraan atau nilai ekonomis,” paparnya.
Karena itu, Menpar Arief Yahya sering menggunakan istilah ‘semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan.’
“Masyarakat harus bahagia, kalau tidak, itu akan tidak akan berkesinambungan,” ujarnya.