Diabetes Gestasional, Ancaman bagi Ibu Hamil

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 18/11/2017 11:46 WIB
Diabetes Gestasional, Ancaman bagi Ibu Hamil Memperingati Hari Diabetes Sedunia, dunia internasional menaruh perhatian pada diabetes gestasional karena muncul tanpa riwayat penyakit diabetes sama sekali. (Foto: Thinkstock/Minerva Studio)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit diabetes dengan kadar gula tinggi dalam darah juga mengintai perempuan dan ibu hamil. Bahkan, data International Diabetes Federation (IDF) 2017 menunjukkan bahwa lebih dari 199 juta perempuan di dunia hidup dengan diabetes.

Wanita dengan diabetes akan sulit hamil dan kemungkinan akan mengalami kehamilan yang berisiko. Hal itu disampaikan Lily Sriwahyuni Sulistyowati, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan. 

Pada 2015, dilihat dari data IDF, sekitar 20,9 juta atau 16,2 persen proses kelahiran menunjukkan tanda-tanda hiperglikemia atau kondisi kadar gula darah tinggi selama masa kehamilan. Sementara, 85,1 persen diantaranya disebabkan oleh diabetes gestasional.


"Kira-kira 1 diantara 7 kelahiran dipengaruhi diabetes gestasional," kata Lily dalam workshop media di Hotel JW Marriot, Jakarta Selatan, Selasa (14/11).

Oleh karenanya, pada peringatan Hari Diabetes Sedunia tahun ini, dunia internasional menaruh perhatian khusus pada diabetes tipe ini. Diabetes gestasional merupakan tipe diabetes yang muncul tanpa riwayat penyakit diabetes sama sekali.


"Kehamilanlah yang menyebabkan perubahan kondisi hormonal, ada yang sementara, ada yang persistent," tambahnya.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan, lebih dari 50 persen perempuan dengan diabetes gestasional akan terkena diabetes tipe 2 dalam rentang waktu 5-10 tahun pasca melahirkan.

Oleh karenanya, lanjut Lily, penting bagi ibu hamil untuk secara rutin memeriksakan kehamilan untuk menghindari risiko diabetes gestasional. Pasca melahirkan, skrining untuk diabetes tipe 2 harus dilakukan.

Semua perempuan dapat mengalami diabetes gestasional, tapi ada beberapa perempuan yang punya risiko lebih tinggi. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko diabetes gestasional antara lain, usia di atas 25 tahun, kelebihan berat badan sebelum kehamilan, memiliki riwayat penyakit diabetes dalam keluarga, riwayat kadar glukosa darah meningkat, aborsi berulang atau lahir mati, pernah melahirkan bayi besar (lebih dari 4ribu gram) dan mengalami sindrom ovarium polikistik atau gangguan pada fungsi ovarium pada perempuan yang berada pada usia subur.


Jika ditangani dengan tepat, bayi yang dilahirkan akan normal. Namun, jika tidak, maka akan terjadi komplikasi seperti bayi akan kesulitan bernapas baik yang lahir prematur maupun yang tepat waktu, produksi insulin tinggi membuat kadar gula rendah membuat bayi kejang, dan saat dewasa ia akan mengalami obesitas dan diabetes tipe 2.

"Saat lahir, bayi ukurannya akan besar karena kadar glukosa berlebih dalam darah," tambah Lily.

Perempuan yang merencanakan kehamilan sebaiknya memeriksakan kesehatannya khususnya skrining diabetes. Jika kadar gula darah tinggi, tim medis akan menyarankan untuk menurunkan kadar gula terlebih dahulu sebelum hamil. Selain itu, penting untuk menjaga pola makan dan olah raga teratur. (rah/rah)




BACA JUGA