Dukung Kreativitas, Kemendikbud Gelar Festival Karya Anak

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 29/11/2017 01:12 WIB
Dukung Kreativitas, Kemendikbud Gelar Festival Karya Anak ilustrasi:Kemendikbud bersama Ditjen PAUD, DIKMAS dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menghadirkan sebuah festival untuk karya seni anak dan remaja. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menyadari bahwa Indonesia memiliki banyak anak dan remaja dengan potensi kesenian hebat, baik di bidang musik, seni, hingga menulis, pemerintah menyelenggarakan sebuah Festival Karya Anak dan Remaja.

Festival yang dihadirkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan DIKMAS, serta Kemendikbud ini mengusung tema Anak Berkarya untuk Indonesia Hebat.

"Festival ini berangkat dari keinginan untuk melaksanakan salah satu fungsi Direktorat Pembinaan dan Pendidikan Keluarga yaitu melaksanakan peningkatan pendidikan karakter bagi anak dan remaja," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan, Harris Iskandar di di Plaza Insan Berprestasi, Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan, Selasa (28/11).



Lebih lanjut, ia menjelaskan empat tujuan dari pelaksanaan Festival Karya Anak dan Remaja, yaitu melakukan sosialisasi program pendidikan keluarga untuk masyarakat, memberikan ruang bagi anak dan remaja dalam mengekspresikan kepedulian melalui dongeng, buku, musik, dan film.


Selain itu, festival ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang pentingnya mendongeng, memainkan atau mendengarkan musik, membuat atau menonton film yang memiliki pesan positif untuk pendidikan karakter, serta meningkatkan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa festival tersebut merupakan upaya dalam mendorong anak-anak untuk menjadi kreatif sejak usia dini. Lewat festival ini dia juga mengharapkan generasi milenial bisa semakin siap memimpin Indonesia.



"Generasi milenial harus punya empat faktor penting untuk memimpin Indonesia. Empat hal tersebut berupa kemampuan berpikir kritis (critical thinking), memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, mampu membangun kerjasama dan kolaborasi, serta memiliki keterampilan berkomunikasi. Saya kira apa yang dilakukan dalam festival ini sudah merangkum keempat hal tersebut," tuturnya.

Dalam festival tersebut ditampilkan beragam aksi seni oleh siswa SMP, SMA, SLB, dan PKBM beberapa diantaranya berupa pembacaan dongeng yang diiringi dengan musik kecapi oleh Aji Triansyah asal SMA LB Kota Bandung, persembahan musik oleh siswa SMKN 57 Jakarta dengan alat musik tradisional seperti angklung dan gamelan, pembacaan sinopsis buku karya lima penulis remaja Indonesia, serta pemutaran film berdurasi 30 menit bertajuk Mata Jiwa.

Selain itu terdapat juga sudut buku oleh Reading Volunteer Indonesia, di mana anak dan remaja diajak untuk berdongeng bersama serta menulis pesan tentang manfaat buku pada perdamaian dan menukarkannya dengan beragam buku hasil donasi The Asia Foundation.

Founder Reading Volunteer Indonesia, Atta Verin mengungkapkan bahwa membaca buku dapat menjadi gerbang dalam memicu kreativitas dan mencintai budaya. "Ketika keseruan dan kesenangan membaca dibangkitkan dan dibagikan kepada orang sekitar akan muncul kreativitas dari aksi seni yang sebelumnya tidak terpikirkan. Dari membaca bisa muncul berbagai macam seni, seperti puisi, musik, bahkan film," ujarnya. (tab/chs)


ARTIKEL TERKAIT