Melihat Riuh dan Antusias Festival Jengkol Indonesia

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 01/12/2017 10:35 WIB
Melihat Riuh dan Antusias Festival Jengkol Indonesia Kerap dianggap sebagai makanan kampungan, jengkol kini bergeser dengan hadirnya aneka olahan jengkol, dan digelarnya Festival Jengkol Indonesia. Salah satu olahan semur jengkol di festival. (Foto: CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Identik dengan bau tak sedap, jengkol kerap dihindari atau ada juga yang suka tapi tak mengakui. Namun, itu dulu. 

Jengkol kini makin menanjak popularitasnya, yang dapat dilihat dari aneka olahan jengkol yang sedemikian rupa dari mulai semur, gulai, rendang hingga tak ketinggalan burger dan steak jengkol. 

Selain aneka olahan kekinian itu, beberapa waktu lalu jengkol mendapat tempat khusus dalam gelaran yang diberi tajuk Festival Jengkol Indonesia. Berlangsung di akhir pekan, di pertengahan November 2017, festival tersebut mendapat antusias cukup besar dari publik. Gelaran ini digelar untuk kali pertamanya di Bellanova Country Mall Sentul, Bogor.


Bahkan, sejak pagi pukul 10:00 WIB, para penikmat jengkol sudah ramai memadati lokasi. Padahal, stand atau booth stall penyedia aneka makanan olahan jengkol masih belum banyak yang buka. Pengunjung hanya bisa menemukan stand sate jengkol, steak jengkol dari Cafe Grands Food Cibinong, serta Green Spot Healthy Cafe yang menyajikan burger jengkol.

"Saya enggak mengira kalau jam 10:00 orang-orang sudah pada antre. Padahal festival ini awalnya buat lucu-lucuan, dari obrolan biasa, terus jadi viral di media sosial," ujar penggagas Festival Jengkol Indonesia, Dwi Kartika pada CNNIndonesia.com, Kamis (19/10).

Ramainya pengunjung mulai berkurang karena mereka mendapati sedikitnya booth stall. Namun, suasana kembali riuh saat diadakan lomba masak dengan jengkol sebagai bahan utama.

Pengunjung berlomba menyicipi olahan jengkol karya peserta lomba masak. Momen ini pun tak dilewatkan Riri Sitania. Warga Sentul ini menyicipi koyaki alias jengkol teriyaki.

"Festival ini bolehlah yang enggak suka jadi suka. Banyak variasi, tapi saya entah kenapa tetap suka direndang," ujarnya seraya tersenyum.


Seorang jengkol lovers lainnya, Lulu Rina mengaku semua kreasi peserta lomba rasanya enak. Ia datang dari Cibinong khusus untuk menikmati makanan kesukaannya yakni jengkol.

"Paling enak? Semua enak sih. Karena semua mengandung jengkol. Kalau bisa masaknya, baunya enggak kerasa," katanya.

Festival Jengkol Indonesia seolah hadir buat para pencinta makanan yang identik dengan bau tak sedap ini. Gelarannya bisa jadi lebih maksimal jika diseriusi.

Ketua panitia, Kamila sendiri mengakui festival belum maksimal. Beberapa pihak yang diundang untuk mengisi stand masih merasa ragu untuk meramaikan acara. Ia pun berharap pada festival berikutnya, acara akan lebih ramai.

"Dalam gelaran ini, kami ingin bisa merangkul jengkol baik hulu maupun hilir, dari petani jengkolnya dan produsen makanan dari jengkol," tambah Kamila.


(rah/rah)