Wabah Difteri, Kemenkes Prioritaskan Imunisasi di 3 Provinsi

Rahman Indra , CNN Indonesia | Kamis, 07/12/2017 22:24 WIB
Wabah Difteri, Kemenkes Prioritaskan Imunisasi di 3 Provinsi Terkait merebaknya wabah difteri, Kemenkes akan mulai memberikan imunisasi ORI mulai Senin (11/12) di tiga provinsi, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. (Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terkait merebaknya wabah difteri di sejumlah provinsi di Indonesia, Kemenkes akan mulai memberikan ORI, atau Outbreak Response Immunization mulai Senin (11/12) di tiga provinsi, Dki Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Oscar Primadi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes mengatakan ketiga provinsi itu menjadi yang pertama mendapatkan pelaksanaan ORI, dari sebelas provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa (klb) difteri. Pemberian imunisasi dijadwalkan berkala selama tiga kali, yakni pada 11 Desember 2017, 11 Januari 2018 dan 11 Juli 2018.

"Itu prioritas dulu, karena yang tiga (provinsi) ini banyak, provinsi yang lain direncanakan berikutnya," ujar Oscar menambahkan.


Menurut catatannya, tiga provinsi tersebut juga tergolong banyak kasusnya, dan berpotensi transmisi penyakit menular masih tinggi, karena padat penduduk, dan mobilitas tinggi.

"Jawa timur juga sebenarnya banyak, tapi sudah melaksanakan ORI duluan," tambah dia.

Sebelumnya, Kemenkes mencatat pada kurun waktu Oktober-November 2017, ada 11 provinsi yang melaporkan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) difteri di wilayah kabupaten/kotanya. Kesebelas provinsi itu, yakni Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur.


Imunisasi ulang

Oscar mengatakan pemberian imunisasi ORI akan diberikan pada 11 Desember mendatang di tiga provinsi untuk anak-anak usia 1 sampai kurang dari 19 tahun. 

Sementara itu, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Mohamad Subuh dalam pernyataan rilis yang juga dimuat di laman Depkes, mengungkapkan data kasus difteri yang terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Di Jawa Barat terdapat 123 kasus dengan 13 kematian yang tersebar di 18 kabupaten/kota. Kasus terbanyak ada di Purwakarta dengan 27 kasus disusul Karawang dengan 14 kasus.

Sementara, di Banten terdapat 63 kasus dengan 9 kematian. Sampai sekarang ada 3 orang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang, 2 pasien dari Kota Tangerang dan 1 orang dari Depok.



Tingkat penularan difteri, lanjut Subuh, sangat tinggi karena penularan bakteri melalui percikan ludah saat bersin atau batuk, itu sangat mudah menular. Karena itu, dirinya menekankan untuk melakukan ORI, artinya pemberian imunisasi ulang secara massal kepada seluruh wilayah yang terdapat kasus difteri.

''ORI dilakukan 3 putaran. Jarak pemberian putaran pertama dan kedua adalah 1 bulan, sedangkan jarak antara putaran kedua dan ketiga adalah 6 bulan. Putaran pertama dilaksanakan pada 11 Desember 2017, dilanjutkan pada 11 Januari dan 11 Juli 2018,'' tegas Subuh.


Untuk saat ini ORI akan dilakukan di 12 kabupaten/kota. ORI di DKI Jakarta akan dilakukan di Jakarta Utara dengan target 512.208 orang, dan Jakarta Barat dengan target 722.202 orang.

Sementara, di Jawa Barat akan dilakukan di Purwakarta dengan target 310.150 orang, Karawang 713.087 orang, Kota Depok 668.835 orang, Kota Bekasi 836.660 orang, dan Kabupaten Bekasi 1.100.446 orang.

Selain itu, di Banten akan dilakukan di Kota Tangerang dengan target 618.509 orang, Kabupaten Tangerang 1.189.124 orang, Kabupaten Serang 526.270 orang, Kota Serang 238.491 orang, dan Kota Tangerang Selatan 478.594 orang. 

Menurut Subuh, seluruh Kepala Dinas Kesehatan menyatakan siap melaksanakan ORI 3 putaran dan Kemenkes menyiapkan logistiknya. Subuh meminta kepada semua warga untuk lindungi diri sendiri dengan memastikan anggota keluarganya telah memiliki status imunisasi lengkap mengingat penyebaran difteri sudah semakin berkembang. (rah/rah)