"Insya Allah mulai minggu depan akan dilaksanakan ORI (Outbreak Respon Imunization) kepada semua anak mulai satu sampai 19 tahun yang ada di Jawa Barat," kata Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinas kesehatan Jawa Barat Yus Ruseno, seperti dikutip dari Antara, di Bandung, Kamis (7/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah yang paling banyak penderita difteri di Jawa Barat adalah di Purwakarta (dari 21 menjadi 27 kasus), dan Kabupaten Karawang (dari 13 menjadi 14 kasus).
Yus mengatakan, sejak awal 2017 sampai Rabu (6/12), terdapat 123 kasus difteri di Jawa Barat dan jika muncul satu kasus difteri saja di Jawa Barat maka dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Secara keseluruhan, jumlah kasus penyakit difteri yang tercatat hingga Kamis (7/12) di Jawa Barat ialah mencapai 123 kasus. Tiga hari sebelumnya, kasus ini mencapai 116 kasus dengan 13 kematian anak.
Yus Ruseno mengatakan, penambahan kasus tersebut terjadi akibat pasien dirawat di rumah sakit swasta dan telat melaporkannya pada dinas kesehatan setempat.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh berharap tidak ada warga yang menolak imunisasi. Sebab, penyakit ini sangat mudah menular dan hanya bisa ditekan dengan cara imunisasi.
"Kalau di bawah (95 persen) itu tidak akan terwujud," kata Subuh.
Imunisasi dijadwalkakan akan digelar pada 11 Desember 2017 di 12 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Imunisasi tersebut ditempuh sebagai penanganan KLB difteri yang sudah mencapai 593 kasus dengan 32 kasus kematian di seluruh Indonesia. (arh/djm)