Menpar: Gejolak Gunung Agung Guncang Target Kunjungan Turis

Dhio Faiz, CNN Indonesia | Kamis, 21/12/2017 20:21 WIB
Menpar: Gejolak Gunung Agung Guncang Target Kunjungan Turis Suasana pariwisata di Bali saat Gunung Agung bergejolak. (Anadolu Agency/Mahendra Moonstar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Status Awas, Siaga, sampai terjadinya bencana letusan di Gunung Agung membuat target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahunan yang dicanangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia meleset.

Menpar Arief Yahya mengatakan pihaknya menargetkan jumlah kunjungan sebanyak 15 juta wisman untuk tahun 2017. Namun sampai akhir tahun, jumlahnya diperkirakan hanya mencapai 14 juta wisman.

Tak hanya Bali, sejumlah destinasi wisata lain di Tanah Air juga terkena dampak dari gejolak Gunung Agung.


"Sekali Bali diumumkan Awas, hancur sudah kita," kata Arief dalam jumpa pers di Kantor Kemenpar di Jakarta pada Kamis (21/12).

Ia menyesalkan kurang jelasnya informasi terkait status Gunung Agung sehingga calon pelancong menjadi khawatir datang ke Indonesia.

Mereka yang membatalkan kedatangannya mengira kalau bencana gunung meletus melanda seluruh kawasan Bali.

"Makanya sekarang saya sampaikan bahwa Bali normal, kecuali radius 6 sampai 10 kilometer dari puncak Gunung Agung yang masih Awas," ujar Arief.

Bencana gunung meletus di Bali diakui Kemenpar memukul pariwisata Indonesia, karena selama ini Bali menyumbang 40 persen dari total jumlah kunjungan wisman ke Indonesia.

Dari 1 juta kunjungan yang gagal dicapai selama Gunung Agung bergejolak dan meletus, sebanyak 600 ribu yang batal adalah kunjungan langsung ke Bali. Sisanya merupakan kunjungan ke sejumlah kawasan lain di Indonesia.

"Ketika Bali dianggap mewakili Indonesia, efek psikologisnya sampai ke daerah lain," kata Arief.

Prestasi di balik bencana

Meski demikian, Kemenpar masih mampu mengukir catatan positif pada rentang Januari sampai Oktober tahun ini.

Jumlah kunjungan 14 juta wisman menyumbang pertumbuhan pariwisata Indonesia sebanyak 24 persen. Indonesia juga masuk jajaran 20 besar negara yang pertimbuhan pariwisatanya paling impresif sepanjang tahun ini.

Padahal negara lainnya di ASEAN hanya mampu menorehlan rata-rata 7 persen. Rata-rata pertumbuhan pariwisata berbagai negara dunia juga hanya 6,4 persen.

Saat jumlah kunjungan wisman menurun, justru jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) tumbuh. Target Kemenpar sampai bulan Oktober tahun ini sebanyak 250 juta wisnus. Dan yang terealisasi sebanyak 252 juta wisnus.

(ard)