Es Krim Tip Top yang Legendaris dari Yogyakarta

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Senin, 25/12/2017 17:43 WIB
Kedai es krim tip top bertahan selama lebih dari 80 tahun, hingga menjadi salah satu ikon Yogyakarta. Sempat berubah nama, namun rasanya tetap sama. Kedai es krim tip top bertahan selama lebih dari 80 tahun, hingga menjadi salah satu ikon Yogyakarta. Sempat berubah nama, namun rasanya tetap sama. (CNN Indonesia/Claudea Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Yogyakarta menjadi salah satu kota wisata yang ramai dikunjungi saat musim liburan tiba. Tidak hanya istimewa karena pesona budaya dan alamnya, tetapi juga ada beragam kuliner legendaris. Salah satunya adalah es krim tip top.

Kedai es krim ini pertama kali dirintis pada 1936 oleh Lukas Alim Kurnianto. Awalnya, kedai Ice Cream Tip Top Snack berada di Jalan P. Mangkubumi Yogyakarta. Kedai itu masih berdiri kokoh hingga 2014. Namun karena sudah tidak bisa ditempati lagi, sang cucu yang menjadi generasi ketiga, Johan Paramasatya, memutuskan untuk membuka kedai yang baru di Jalan Prof. Dr. Yohanes, Sagan, Yogyakarta.

Kepindahan itu sekaligus digunakan oleh Johan untuk me-rebranding kedai yang lama. Pria berumur 24 tahun itu sejak awal memang ingin mengembangkan es krim tip top sebagai produk utama yang dijual, bukan kedainya. Sehingga, kedai es krim yang dikelolanya juga bisa menarik minat anak muda masa kini.


Kedai es krim itu sekarang dikenal dengan nama Old Dish by Tip Top. Menurut Johan, dengan nama Old Dish esensi es krim tip top sebagai makanan lawas tetap dapat tergambarkan.

Tak sekadar mengubah nama, ia juga mengubah konsep kedai dan mengembangkan variasi makanan serta minuman pada daftar menunya. Jika dulu hanya lumpia dan pastel untuk menu makanannya, sekarang ada pancake, churros, french fries, pasta, dan waffle.

Es Krim Tip Top yang Legendaris dari YogyakartaSisi historis menjadi salah satu faktor kedai es krim tip top tetap bertahan. (CNN Indonesia/Claudea Novitasari)

Meski begitu, Johan menjamin cita rasa es krim tip top yang disajikan sebagai menu utama tidak ada yang berubah.

“Pada dasarnya resepnya tetap sama, ciri khas rasanya juga sama semua. Kalau pun ada yang berubah, aku bisa bilang berubahnya jadi lebih enak rasanya. Dari zaman ke zaman kan sebenarnya juga berubah, terus diperbaiki kualitas bahannya, jadi rasanya lebih enak,” kata Johan kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/12) lalu.

Ada dua jenis penyajian es krim yang bisa dipilih, scoop atau hard ice cream. Keduanya dibuat dari 100 persen susu segar yang tidak mengandung lemak. Sehingga meski memiliki rasa yang manis tetapi tidak enek ketika dinikmati.

Pilihan yang jadi favorit sejak dulu adalah hard ice cream dengan ciri khasnya yang berbentuk kotak. Hard ice cream ini dibuat dari dua scoop es krim yang dipadatkan kemudian dimasukkan ke dalam freezer. Walau pun jenisnya hard ice cream, tapi tekstur es krimnya tetap terasa lembut dan lumer di mulut.

Sementara untuk es krim scoop, bisa dinikmati dengan cone yang renyah. Tentu kedua jenis es krim tersebut punya sensasi kenikmatan yang berbeda dan wajib untuk dicoba.

Untuk varian rasanya kini lebih beragam. Apabila di kedai yang lama hanya ada sekitar sembilan varian rasa saja, sekarang sudah ada 18 varian rasa. Mulai dari Green Tea, Sweet Plum, Cheesecake, dan Mango.

Es Krim Tip Top yang Legendaris dari YogyakartaSaat mengubah nama, pemilik kedai es krim tip top juga mengembangkan menu makanan dan minuman. (CNN Indonesia/Claudea Novitasari)
Tiga varian rasa hard ice cream yang tidak boleh dilewatkan untuk dicicipi adalah tutty fruity, mont blanc, dan cassata. Tutty fruity adalah es krim kotak dengan kombinasi rasa coklat dan tip top. Mont blanc adalah es krim kotak dengan rasa rum. Cassata adalah es krim kotak yang punya tiga kombinasi rasa sekaligus, cokelat, strawberi dan vanila dengan campuran sukade.

Sedangkan untuk varian rasa es krim scoop yang jadi ciri khas adalah rasa tip top dengan campuran sukade dan rasa rum dengan campuran meses warna-warninya. Rum yang digunakan dalam campuran es krim tip top adalah rum masak yang memiliki kadar alkohol sangat rendah. 

Harga yang dibanderol pun sangat terjangkau, Rp20 ribu untuk satu scoop dan Rp32 ribu untuk hard ice cream.

Meski bermunculan kedai es krim baru di Yogyakarta, es krim tip top tetap memiliki banyak pelanggan setia, terutama mereka yang berusia 35 tahun ke atas. Itu lah mengapa es krim tip top masih digemari hingga lebih dari 80 tahun lamanya.

“Es krim tip top punya sisi historis dan kenangan yang membedakan dengan produk es krim yang lain. Kalau misalnya mereka memang mencintai produknya, suka dengan produknya, ya aku yakin nanti mereka pasti akan balik lagi,” ucap Johan.

Jadi, bagi Anda yang sudah punya rencana untuk menghabiskan libur akhir tahun di Yogyakarta dan ingin bernostalgia atau sekedar mencicipi es krim tip top yang legendaris ini, tidak ada salahnya untuk memasukkan kedai Old Dish by Tip Top sebagai salah satu destinasi yang dituju. (dea/stu)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK