Indonesia Punya 13 Ribu Bayi 'Tahun Baru'

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 04/01/2018 10:41 WIB
Indonesia Punya 13 Ribu Bayi 'Tahun Baru' Berdasarkan data Unicef di Beijing, ada 386 ribu bayi yang lahir pada tanggal 1 Januari 2018 lalu. Indonesia menyumbang angka 13.370 bayi. (Foto: Thinkstock/bunyarit)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain kemeriahan dan semangat pergantian tahun, perayaan Tahun Baru ternyata juga menjadi momen bahagia untuk memiliki anak.

Berdasarkan data Unicef di Beijing, ada 386 ribu bayi yang lahir pada tanggal 1 Januari 2018 lalu. Dari jumlah tersebut, 90 persen bayi ini lahir di negara yang sedang berkembang.

Mengutip Antara, dari 386 ribu bayi yang lahir di Tahun Baru 2018, sekitar 13.370 bayi tersebut lahir di Indonesia.



Dengan jumlah tersebut, Indonesia menduduki peringkat lima sebagai negara penyumbang kelahiran bayi di Tahun Baru 2018.

Sedangkan peringkat pertama ditempati oleh India dengan jumlah kelahiran mencapai angka 69,070 bayi. Sedangkan China berada di posisi kedua dengan angka kelahiran 44.760 bayi.

Di posisi tiga dan empat ditempati oleh bayi dari Nigeria dan Pakistan. Nigeria 'menyumbang' bayi sebanyak 20.210, sedangkan Pakistan sebanyak 14.910 bayi.

Sementara itu negara yang berada di bawah posisi Indonesia adalah Amerika Serikat (11.280), Kongo (9.400), Ethiopia (9.020), dan Bangladesh (8.370)

Hanya saja dari angka kelahiran ini secara keseluruhan terdapat sekitar 2,6 juta bayi meninggal dalam usia belum genap sebulan. Sekitar 80 persennya meninggal karena kasus prematur, komplikasi, dan infeksi sepsis serta pneumonia.


Untuk mengatasi hal tersebut, Unicef akan meluncurkan program Every Child Alive agar ibu dan bayi baru lahir mendapat pelayanan kesehatan berkualitas dan terjangkau. Hal ini termasuk tersedianya air bersih, fasilitas kesehatan, keterampilan tenaga persalinan, disinfeksi tali pusar, pemberian ASI pada empat jam pertama setelah kelahiran.


(chs/chs)