Mengapa demikian? Seseorang yang merasa kurang percaya diri atau tak merasa nyaman dapat terlihat dari bahasa tubuh yang mereka tunjukkan. Bila publik cukup cermat, dalam beberapa kesempatan Meghan kerap menyentuh rambutnya saat tampil di depan publik bersama sang tunangan.
Menurut Elizabeth Kuhnke, ahli komunikasi dan bahasa tubuh, apa yang dilakukannya ini merupakan upaya Meghan menenangkan dirinya saat di bawah tekanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum dan setelah menjadi tunangan Pangeran Harry, Meghan beberapa ali tampil di depan publik. Saat menghadiri acara Natal bersama Ratu Elizabeth II dan yang terbaru saat ia berkunjung ke radio komunitas, Reprezent, di Brixton, London. Meghan tampil cantik dan serasi dengan sang tunangan, tapi beberapa kali ia tampak menyentuh rambutnya.
Terdengar aneh memang, karena ia sebelumnya merupakan figur publik yang terbiasa dengan sorot publik dan media. Namun Elizabeth berkata, kini Meghan punya peran baru yang begitu berbeda dari yang sebelumnya. Saat masih menjadi aktris, publik mengidentifikasi dirinya dengan perannya di Suits, bukan sebagai dirinya sendiri.
"Tiap gerakan, bahasa tubuh dan pilihan busana selalu disorot. Dia sudah tidak merepresentasikan dirinya sebagai aktris, dia dinilai berdasar kecocokannya sebagai anggota keluarga kerajaan," kata Elizabeth.
Dia menambahkan, ekspektasi Meghan untuk tampil sempurna di depan publik menimbulkan tekanan tersendiri. Ekspektasi sebagai artis tentu berbeda dengan ekspektasi sebagai istri pangeran.
"Sebelumnya, ia ingin menjadi pusat perhatian sementara keluarga kerajaan diharapkan lebih rendah hati dan tetap menjadi diri mereka sendiri," tambahnya. (rah)