Pemkot Bandung Tambah Unit Bandros dengan Lima Rute Operasi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 19/01/2018 20:46 WIB
Pemkot Bandung Tambah Unit Bandros dengan Lima Rute Operasi Bandros, fasilitas transportasi untuk wisata di Bandung. (CNN Indonesia/Huyogo Simbolon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kota Bandung menambah belasan unit Bandung Tour on Bus atau Bandros demi kenyamanan warga dan turis yang ingin berwisata.

Secara total, sebanyak 12 unit Bandros ditambahkan dari anggaran milik Pemkot Bandung. Sebelumnya, hanya ada enam unit Bandros yang beroperasi. Peluncurannya dilakukan di Plaza Balai Kota Bandung, Jumat (19/1).

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, pengadaan Bandros menggunakan dana Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah sebesar Rp12,4 miliar.

Bandros disediakan untuk melayani wisatawan yang akan berkeliling Kota Bandung dengan lima rute yang bakal dilalui.

Bandros berwarna biru akan berkeliling dari Alun-Alun Bandung, Cibaduyut, Taman Leuwi Panjang, Museum Sri Baduga, Alun-alun Regol, dan Kawasan Buah Batu.

Sedangkan Bandros Kuning akan melewati rute Lapangan Gasibu, Taman Cibeunying, Taman Superhero, Taman Foto, Gedung Merdeka, Alun-Alun Bandung, dan Braga.

Sementara itu, Bandros Ungu akan melalui jalan-jalan di rute Gasibu, Taman Cikapayang, Alun-alun Ujungberung, Museum Geologi, dan Pusdai.

Kemudian rute Bandros Hijau yang akan membawa wisatawan melewati Chinatown, Pasir Kaliki, Alun-alun Cicendo, Karang Setra, UPI, dan GOR Padjadjaran.

Ada pula Bandros Merah Muda yang akan melewati Gasibu, Taman Pasupati (Taman Jomblo), Teras Cikapayang, Teras Cihampelas, hingga Taman Budaya.

"Kalau Bandros yang hitam itu khusus untuk tamu VIP yang datang ke Kota Bandung. Jadi itu untuk tamu-tamu pemerintah kota bisa pakai yang itu," kata Ridwan Kamil.

Penambahan Bandros berasal dari anggaran Pemkot Bandung. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A.)

Ridwan Kamil lanjut mengatakan, penambahan Bandros merupakan salah satu targetnya di masa akhir jabatan.

Rencananya Bandros juga akan dipinjamkan ke 30 kecamatan di Kota Bandung. Hal itu dilakukan untuk menambah kebahagiaan warga Bandung.

"Untuk membahagiakan warga Bandung boleh dipinjamkan ke camat sehari dalam seminggu saja, tinggal pilih harinya," kata Ridwan Kamil.

"Di hari tertentu dipakai beredar oleh warga, saya kira enggak masalah itu akan membahagiakan warga. Atau bila perlu dianggarkan saja satu kecamatan satu Bandros," jelasnya.

Pengelolaan 12 Bandros saat ini masih dipegang oleh Dinas Perhubungan (Dishub) secara swakelola. Ke depan, Dishub akan melakukan lelang untuk menentukan pengelola Bandros sehingga bisa dimanfaatkan secara lebih profesional.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Didi Ruswandi menuturkan, Bandros ini dijadwalkan akan beroperasi Februari mendatang.

Dishub masih memproses kajian tarif agar tidak mengganggu angkutan kota dan Bandros sebelumnya.

Dishub akan menetapkan dua jenis tarif, yakni tarif sekali jalan dan paket seharian (One Day Pass).

Tarif sekali jalan akan berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp15 ribu, sedangkan paket seharian akan dikenakan tarif antara Rp25 ribu sampai Rp50 ribu.

"Saat ini kita akan uji rute dulu. Kemungkinan Februari baru kita bisa jalan," ujar Didi.

(hyg/ard)